Prasetya Online

>

Berita UB

JIGSAW, Penyaring Sampah Sungai

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 11 Juli 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 461

jigsaw
jigsaw
Sampah merupakan konsep buatan dan konsekuensi dari aktivitas manusia. Sampah kerap kali dibuang oleh masyarakat di sepanjang bantaran sungai hingga menumpuk pada badan sungai dan menyebabkan permasalahan baru bagi lingkungan sekitar seperti air sungai yang dapat meluap terutama pada saat terjadi hujan yang deras serta timbul bau yang menyengat atau tidak sedap.

Permasalahan terkait sampah tersebut banyak terjadi terutama di kawasan perkotaan, seperti Kota Malang. Oleh karena itu, perlu dirumuskan solusi penanganan yang tepat untuk menciptakan lingkungan permukiman perkotaan yang nyaman, indah dan sehat. Digawangi oleh Roro Pergiwo, bersama Daniar Larasati, Meidyana Visi Chairunnisa, Ika Agustin, dan Rheza Fahri membuat Jaring Intropeksi.

JIGSAW atau Jaring Intropeksi Guna Antisipasi Sampah Warga merupakan salah satu solusi yang dilakukan untuk mengetahui asal atau sumber sampah yang dibuang dan menumpuk di badan sungai. Pemasangannya pun tergolong mudah. Jaring dipasang di salah satu badan sungai dan diberi pemberat (batang besi) pada bagian ujung jaring yang tenggelam di air. Untuk membersihkan sampah dari jaring cukup dengan mengangkat batang besi ke tiang yang lebih tinggi.

Karya mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota angkatan 2015 ini sudah diuji cobakan pada salah satu ruas anak Sungai Brantas RW 02 Kelurahan Merjosari,  Kota Malang. Keberadaan jaring ini diharapkan dapat mengurangi permasalahan sampah pada lingkungan permukiman penduduk terutama mewujudkan lingkungan permukiman yang bersih dengan menumbuhkan kesadaran dan kemauan masyarakat dalam pengendalian dan pengelolaan sampah.

Deni Agus Setyono ST MEng selaku pembimbing mendampingi mulai dari penentuan lokasi pemasangan, ukuran jaring introspeksi, hingga monitoring dan evaluasi kinerja JIGSAW.

"Dari pengamatan kami, selain untuk membersihkan sampah yaitu sebagai alat intropeksi masyarakat agar mereka berpikir dan sadar apabila hendak membuang sampah di sungai terutama di sekitar lingkungan permukiman mereka," katanya. (mic/Humas UB)

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID