Prasetya Online

>

Berita UB

Isshoni Tanoshimimashou 11 Gelar Konsep Budaya Jepang Modern

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh zenefale pada 17 Mei 2016 | Komentar : 0 | Dilihat : 1845

Siswa SMA peserta lomba festival Isshoni Tanoshismimasou
Siswa SMA peserta lomba festival Isshoni Tanoshismimasou
Akulturasi budaya Jepang memang menjadi sebuah fenomena yang tak kunjung habis di era sekarang, mulai berbagai macam kebudayaannya seperti sejarah, bahasa, pakaian adat, industri hiburan, otomotif, elektronik hingga kuliner menjadi obyek-obyek yang digemari oleh masyarakat luas, tak terlepas dari masyarakatnya sendiri maupun dunia internasional. Perkembangan budaya Jepang di zaman modern ini menjadi pemicu lahirnya keragaman pola pikir dan cara pandang masyarakat terhadap pentingnya pembelajaran budaya sejak usia muda. Hal tercermin dalam kegiatan tahunan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya yang bertajuk Japanse Festival Isshoni Tanoshimimashou 11 yang di gelar pada Sabtu (14/5).

Kegiatan ini menampilkan berbagai macam budaya modern Jepang yang menjadi trend masa kini para kalangan remaja, sebut saja Cosplay, Manga, Anime, Plamo, Action Figure, Trading Card, Harajuku Fashion, J-Music, Maid Cafe dan masih banyak lagi. Selain itu stan-stan kuliner yang memenuhi area FIB juga menjadi daya tarik tersendiri lewat masakan maupun jajanan unik khas Jepang. Tak ketinggalan pula acara ini juga mengundang siswa-siswa SMA untuk mengikuti lomba-lomba bertemakan budaya tradisonal Jepang seperti lomba cerdas cermat, manga dan fanart, shodo dan rodoku, benron dan kikikakitori, karaoke hingga penulisan kanji.

Ketua Program Studi Sastra Jepang, Aji Setyanto M.Litt memaparkan jika Festival Isshoni Tanoshimimashou juga menjadi ajang promosi bagi siswa SMA untuk menarik minat terhadap keilmuan khususnya Sastra Jepang UB. "Untuk tahun ini prodi Sastra Jepang membuka kelas khusus internasional bagi mahasiswa yang berminat untuk belajar di Jepang. Pada kelas reguler mahasiswa dapat melakukan studi ke Jepang melalui kompetisi beasiswa. Sedangkan kelas internasional memfasilitasi mahasiswa UB untuk belajar di universitas-unversitas Jepang yang telah melakukan program kerjasama dengan UB (MoU). Semua itu tetap melewati pertimbangan akademik dan biaya masing-masing mahasiswa." ujarnya.

Hal tersebut juga menjadi wacana bagi kehidupan masyarakat di era sekarang, bagaimana para remaja juga tidak melupakan kebudayaan bangsa Indonesia, kebudayaan dan keragamannya yang bahkan mungkin juga tak kalah menarik dengan bangsa Jepang. Jangan sampai semua itu memberikan sebuah pandangan skeptis terhadap budaya bangsa sendiri bahwa kebudayaan bangsa lain lebih menarik untuk diminati. [indra]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID