Prasetya Online

>

Berita UB

Ir. Beno Kunto: Big Data Era is Collaboration Era

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dinaoktavia pada 11 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 468

CEO Solusi 247 dan Labs247  Ir. Beno Kunto Pradekso, M.Sc.
CEO Solusi 247 dan Labs247 Ir. Beno Kunto Pradekso, M.Sc.
"Big Data Era is Collaboration Era", ungkap Ir. Beno Kunto Pradekso, M.Sc, CEO Solusi247 dan Labs247 yang hadir sebagai salah satu keynote speaker pada Joint Conference Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) 2018 (11/11/2018). Disampaikannya, saat ini pada era revolusi industri 4.0, peran big data sangatlah penting karena berbagai keputusan yang akan diambil pada berbagai bidang akan didasarkan pada hasil analisa data yang jumlahnya besar dan beragam atau disebut big data. Sebagai contoh, pada perusahaan manufaktur, hasil analisa big data akan mampu menjadi dasar atas perbaikan sistem manajemen dan efisiensi produksi yang kemudian berujung pada peningkatan keuntungan di masa mendatang.

Meski demikian, hingga saat ini masyarakat, pelaku bisnis bahkan pemerintah di Indonesia belum benar-benar peduli akan pentingnya pemanfaatan big data. Yang menjadi kendala untuk bisa memanfaatkan big data adalah kebutuhan biaya yang besar. Dikarenakan big data butuh hardware dan software khusus yang bila dibeli dari perusahaan berlisensi seperti IBM, Oracle, Intel atau Dell harganya mencapai nilai yang fantastis. Oleh karena itu Ir. Beno menyarankan penggunaan open source untuk menekan biaya penggunaan software, hardware, storage dan consulting. Sementara itu dana dapat dialihkan untuk investasi pada pengembangan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana saat ini posisi penting sebagai engineer yang bertanggungjawab atas Big Data di perusahaan di Indonesia kebanyakan adalah warga negara asing. Diharapkan dengan metode ini maka SDM dalam negeri bisa terangkat.

Open source yang dapat dimanfaatkan untuk pengolahan big data antara lain JBoss untuk middleware, Linux untuk operating system, MySQL, Postgres dan Hadoop untuk data management. Dengan pemanfaatan open source dan pengembangan skill SDM ini PT. 247 telah berhasil membuat software untuk memberikan solusi atas pengolahan big data. Namun, bisa mengembangkan software sendiri saja belum cukup. Perlu adanya upaya untuk berbagi pengetahuan tersebut. Oleh karena itu PT. 247 mengikuti berbagai konferensi nasional dan internasional, serta membentuk association of data scientist sebagai wadah bertukar pengetahuan. Jika software telah terbentuk dan masyarakat telah familiar dengan software tersebut, kemudian yang dibutuhkan adalah implementasi pada kasus nyata.

Untuk itu PT. 247 mulai menggandeng mitra yang membutuhkan teknologi buatannya tersebut, salah satunya adalah Rumah Sakit Pelita Harapan. Terkadang demi untuk memperkenalkan pentingnya Big Data, PT. 247 juga memberikan bantuan big data solution secara free. Pada intinya pengembangan Information Technology (IT) di Indonesia tidak dapat dilakukan sendiri oleh beberapa pihak saja. Butuh adanya kolaborasi dari berbagai elemen baik pemerintah, perusahaan maupun dunia pendidikan untuk bisa menciptakan Indonesia yang maju dalam bidang IT."We need to do it together. We need to colaborate more," ungkap Ir. Beno.

Untuk diketahui PT. Dua Empat Tujuh (PT. 247) adalah perusahaan Information and Communication Technologies (ICT) Indonesia yang memfokuskan diri pada large scale data processing dan big data solution. Berdiri sejak tahun 2000, kini PT. 247 yang berada di Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya telah memiliki lebih dari 300 pegawai dimana 80%-nya adalah engineers. Pengguna jasanya sebagian besar adalah perusahaan jasa telekomunikasi di Indonesia seperti Telkomsel, XL Axiata, Indosat, Axis dan BTel. Selain itu terdapat juga perbankan dan institusi pemerintahan antara lain BCA, KKP, Ristekdikti dan Kemhan. Dalam penelitiannya terkait Big Data PT. 247 juga membangun partnership dengan beberapa universitas dan institusi yaitu UI, UGM, ITS dan BMKG. [dna/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID