Prasetya Online

>

Berita UB

Inovasi Pada Minyak Jelantah, TIM FP Raih Emas IPITEx 2018 di Thailand

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFP pada 14 Februari 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 886

Tim FP berprestasi di IPITEX Thailand
Tim FP berprestasi di IPITEX Thailand
Prestasi luar biasa diperoleh Tim Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) dengan mendapat Gold Medal dalam ajang lomba internasional Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation, and Technology Exposition (IPITEX) 2018. Prestasi ini mereka raih untuk bidang invention for industry, kategori food. Kompetisi ini berlangsung selama lima hari (02-06/02/2018) di Bangkok International Trade and Exhibition center (BITEC), Bangkok, Thailand. 

IPITEX diikuti oleh 22 negara di dunia. Indonesia mengirim 37 tim dan 9 tim berasal dari UB. Dalam ajang tersebut,  Indonesia berhasil memperoleh 15 medali emas, 7 perak dan 15 perunggu sehingga berada di urutan ke-4. Delegasi UB sendiri berhasil membawa 2 emas, 3 perak dan 4 perunggu.

Salah satu tim FP-UB yang diketuai Muhammad Febriansyah (Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan 2014) dengan anggota Cindy Diah Ayu Fitriana (Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan 2015) dan Ratih Eka Santosa (Jurusan Budidaya Pertanian  2014) mempresentasikan alat yang diberi nama EF-DHUSENOL. Dibawah bimbingan Dr. Budi Waluyo SP, MP,  alat ini digunakan untuk meningkatkan kualitas minyak jelantah.   

Ef-dhusenol merupakan inovasi teknologi yang di rancang dengan 3 filter yang berfungsi untuk peningkatan kualitas minyak jelantah dengan bahan dasar limbah kulit durian sebagai adsorben. Sedangkan keunggulan dari teknologi ini adalah bersifat eco-friendlyportable dan tidak memerlukan energi listrik.

Untuk proses pada Ef-dhusenol adalah minyak jelantah dituang pada corong dan kemudian akan melalui filtrasi pertama. Dari filtrasi pertama, minyak jelantah akan turun pada ruang adsorben dan pada bagian ini harus diendapkan  sampai 4 jam. Setelah 4 jam, keran pada shelter dibuka dan minyak masuk ke ruang filtrasi terakhir. Setelah itu, minyak dapat digunakan hingga batas maksimum pengulangan 2-3 kali.  

Selain itu, dengan keberhasilannya meraih medali emas ini, maka tim FPUB ini mendapat undangan khusus untuk mengikuti ajang Asia Innovation and Invention Conference (AIIC) 2018 pada bulan april di Gurney Paragon Penang, Malaysia. 

Pada kesempatannya bertemu dengan tim FPUB, Ketua Jurusan HPT FPUB  Dr. Ir. Ludji Panca Astuti, MS, selain mengucapkan selamat kepada tim juga menyampaikan rasa bahagia dan bangganya atas prestasi ini. Terlebih ini membawa nama baik jurusan HPT dan FPUB. "Semoga kelak keberhasilan ini bisa terus dilanjutkan. Apalagi untuk event selanjutnya di Malaysia, semoga bisa berhasil mencapai yang lebih lagi," ujar Ludji. [zma/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID