Prasetya Online

>

Berita UB

Indonesia Harus Manfaatkan Peluang di Myanmar

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh siti-rahma pada 03 November 2015 | Komentar : 0 | Dilihat : 3281

Saat ini Myanmar telah berubah menjadi Republik Uni Myanmar yang sebelumnya disebut Burma. Warna benderanya pun berubah. Bendera Myanmar saat ini menunjukkan keanekaragaman etnis di Myanmar yang dipersatukan dalam satu negeri. Filosofi ini diambil dari Bhinneka Tunggal Ika yang sudah lama digunakan Indonesia.

Selain itu Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga dihormati Pemerintah Myanmar karena jasanya mendukung Myanmar menjadi Ketua ASEAN. "Indonesia sangat dihargai di Myanmar. Peluang ini harus dimanfaatkan Indonesia," ujar Duta Besar Indonesia untuk Myanmar Komjen (Purn) Ito Sumardi Djunisanyoto Duta Besar Indonesia untuk Republik Uni Myanmar, Kamis (29/10/2015) di lantai 8 Rektorat UB.http://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
http://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif

Disampaikan Ito, Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-14 negara yang melakukan investasi. Peringkat ini sangat disayangkan oleh mantan Kabareskrim POLRI ini, apalagi melihat sentiment negatif masyarakat Myanmar terhadap Thailand, semestinya bisa menjadi peluang Indonesia. Namun ia mengakui investasi di Myanmar memang tidak bisa mendapatkan keuntungan cepat.

"Kalau perusahaan mau investasi disana (Myanmar), dua tahun rugi dulu karena harus membangun infrastruktur," ujarnya.

Berbeda dengan Indonesia, Myanmar akan ikut serta dalam MEA mulai tahun 2018. Walaupun perekonomian Myanmar di bawah Indonesia, menurut mantan Kabareskrim POLRI ini, tingkat kriminalitas di negara itu sangat rendah. [siti rahma/Humas UB]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID