Prasetya Online

>

Berita UB

Identifikasi Kelenjar Saliva Nyamuk Anopheles untuk Cegah Malaria

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 25 November 2016 | Komentar : 0 | Dilihat : 3332

Malaria saat ini masih menjadi masalah utama bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Malaria merupakan penyakit yang penyebarannya melalui vektor serangga. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles sebagai tempat hidup dan berkembang biak Plasmodium dan menghasilkan stadium sporozoit yang infektif bagi manusia.

"Belum adanya vaksin malaria yang bisa diaplikasikan dan semakin menyebarnya Plasmodium yang resisten terhadap obat-obat anti malaria menjadikan program pengendalian vektor malaria sebagai metode yang efektif untuk mencegah penularan malaria," kata Yunita Armiyanti dalam acara Diseminasi Disertasi, Selasa (1/11/2016).

Melalui disertasi yang berjudul "Identifikasi dan Karakterisasi Protein Antigenik dari Kelenjar Saliva Anopheles maculatus dan Anopheles sundaicus dengan Analisis Proteomik", Yunita ingin meneliti potensi kelenjar saliva dari vektor malaria yang ada di Indonesia sebagai biomarker paparan gigitan nyamuk Anopheles.

Penelitian dilakukan dalam tiga tahap meliputi: deteksi antibodi anti-protein kelenjar saliva, penentuan protein antigenik dan identifikasi, serta karakterisasi molekuler protein antigenik.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa paparan gigitan nyamuk Anopheles maculatus dan Anopheles sundaicus berulang kali dapat memicu produksi antibodi IgG anti-protein kelenjar saliva yang mengenali protein-protein dari kelenjar saliva yang bersifat antigenik.

Sedangkan protein yang bersifat spesifik pada nyamuk Anopheles terkonservasi di tingkat Genus dan mempunyai properties yang hampir sama dengan berbagai spesies Anopheles sehingga memungkinkan terjadinya reaksi silang dan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai biomarker paparan gigitan nyamuk Anopheles dan vaksin penghambat transmisi Malaria.

Dr. dr. Yunita M.Kes lahir di Surabaya, 4 Juni 1974. Istri dari Samsuri, ST ini menyelesaikan S1 Pendidikan Dokter dan Magister Ilmu Biomedik di Universitas Brawijaya. Ia dikaruniai empat orang anak yaitu Aisyah Azka, Fatikah Izza, M. Rozan, dan Qonita Rofifah. Saat ini Yunita menjabat sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Jember. [Irene/Humas UB]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID