INBIS UB Gandeng UFA Fabrik Jerman

Dikirim oleh oky_dian pada 08 Desember 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 591

Perwakilan dari UB Bersama UFA Fabrik Jerman
Perwakilan dari UB Bersama UFA Fabrik Jerman
Kebutuhan untuk membangun jejaring dalam rangka memastikan kualitas lulusan UB bisa bersaing dengan pasar global menjadi kunci kemitraan dengan lembaga swasta. 

Dalam mempersiapkan lulusan yang bisa bersaing dalam dunia kerja internasional, Wakil Direktur Inkubator Bisnis (INBIS) Universitas Brawijaya (UB), Dr. Setyo Yudo Tyasmoro bertandang ke Berlin Jerman dan menggelar pertemuan dengan jajaran The Neighborhood and Self-Help Center (NUSZ) UFA Fabrik.

Pada pertemuan yang dihelat pada Kamis, (6/12/2018), dibahas tentang rencana pembukaan pasar kerja perawat-perawat lulusan UB untuk bekerja di rumah-rumah perawatan dan Rumah Sakit di Jerman. 

UFA Fabrik adalah Yayasan Non Profit yang bergerak di bidang Sosial, antara lain Pendidikan, Konseling, Parenting, Budaya, sampai Home care. Lembaga ini fokus pada aktivitas sosial yang mandiri dan telah berdiri sejak 1979. Saat ini mereka mempunyai 800 an staf yang tersebar diberbagai divisi usahanya. 
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Dr. Sri Andarini, yang turut dalam pertemuan tersebut memaparkan bahwa mahasiswa keperawatan UB sebenarnya telah dibekali dengan matakuliah dan softskill yang berstandar.

Renate wilkening dan Sri Andarini
Renate wilkening dan Sri Andarini
Oleh karena itu, lulusan keperawatan hanya membutuhkan sedikit sentuhan dan adaptasi dengan kondisi di negara tujuan. CEO Nachbarschafts und Selbsthilfe zentrum (NSZ) UFA Fabrik, Renate Wilkening menyambut baik keinginan UB untuk kerjasama pengiriman tenaga terampil perawat ke Jerman.

Dalam pertemuan ini disepakati bahwa NSZ-UFA Fabrik akan menyampaikan kebutuhan tenaga perawat, terutama perawat manula atau perawat di rumah-rumah jompo. 

Pihak NSZ mempunyai kewenangan dan legalitas untuk mengeluarkan sertifikat perawat yang bisa di gunakan untuk melamar kerja sebagai perawat di Jerman dan Uni Eropa.
Saat ini di Jerman sangat membutuhkan tenaga perawat bersertifikat dalam jumlah besar. Hal ini merupakan peluang bagi perawat lulusan FK UB untuk mendapatkan peran dan pekerjaan yang menantang. Bagi lulusan keperawatan UB yang tertarik untuk bekerja di Eropa, mereka bisa mendaftar dan mengikuti seleksi oleh tim FK UB.

Pendaftar yang lolos akan mengikuti pre-placement training yang dilakukan oleh INBIS UB yang juga menguruskan administrasi sampai keberangkatan.

Setelah tiba di Jerman, pihak NSZ akan menerima mereka dengan status perawat magang selama enam bulan sebelum diberikan sertifikat untuk bisa bekerja penuh waktu di rumah jompo dan rumah sakit. 

Yudo Tyasmoro menjelaskan bahwa secara khusus, dilihat dari struktur mata kuliah dan materi pendukung, perawat lulusan UB sudah memenuhi standar keahlian minimal yang diatur. Hanya yang dibutuhkan adalah kemampuan bahasa Jerman dan pengenalan budaya dan karakteristik masyarakatnya. Hal inilah yang nanti akan dilakukan oleh INBIS dengan menggelar pre-placement training bagi perawat yang lolos seleksi awal. Target dari INBIS dan FK UB adalah pengiriman rata-rata 50 orang perawat ke Jerman pertahun. [*/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait