Prasetya Online

>

Berita UB

IN-MINDED, Solusi Praktis Pembuatan Palet Lele

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 11 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 1210

Desain IN-MINDED
Desain IN-MINDED
Jenis ikan yang banyak diternakkan di Indonesia adalah ikan lele, karena permintaan pasar tidak pernah turun. Ikan lele merupakan ikan yang mudah untuk dibudidayakan. Namun, ada beberapa kendala yang dialami oleh UPT Pelatihan Teknis Perikanan Budidaya dan Peningkatan Daya Saing Produk Hasil Kelautan dan Perikanan (UPT PTPBP2KP) Kepanjen dalam pembudidayaan lele. Kendala tersebut antaralain ikan lele membutuhkan pakan yang cukup banyak, biaya pakan mahal, belum ada pakan alternatif yang memiliki nutrisi seimbang, pembuatan pakan alternatif yang membutuhkan waktu lama.

Lemna minor sp. merupakan spesies lokal yang tinggi akan protein dan baik untuk pertumbuhan ikan. Tanaman ini telah dikenal oleh masyarakat sebagai penambah pakan ternak, namun pemanfaatannya masih sangat minim. Berdasarkan hasil studi, kadar protein pada lemna minor akan meningkat apabila telah difermentasikan dengan kondisi yang sesuai.

Berawal dari latar belakang tersebut mahasiswa Universitas Brawijaya menawarkan sebuah solusi teknologi yang dapat diaplikasikan ke UPT PTPBP2KP yaitu teknologi yang bernama Integrated Machine Fast Fermentation Of Lemna Minor Sp. As High-Protein Feed (IN-MINDED), Teknologi Fermentasi Cepat Berbasis Mix-Proporsional Ingredient Dalam Pembuatan Pakan Lele Berprotein Tinggi

IN-MINDED merupakan suatu teknologi yang terdiri dari tiga komponen alat yaitu fermentor, pencampur bahan tambahan pembuat pakan, dan pencetak pelet.

Fermentor memiliki kapasitas sembilan liter dan menggunakan sistem kontrol suhu dan pH. Pengontrol suhu ini akan memberikan suhu yang optimum dan stabil untuk proses fermentasi. Mata lele yang awalnya mengandung 25% protein massa kering, apabila difermentasi kadar protein akan meningkat sampai 30% dan kandungan protein tersebut cocok untuk lele yang membutuhkan protein sebesar 30%-35%.

Dalam tahap kedua, pencampuran hasil fermentasi dengan bahan tambahan lain akan langsung dicetak dengan mesin pencetak pelet. Pelet tersebut merupakan output dari teknologi IN-MINDED ini.

IN-MINDED dalam sekali produksi dapat membuat pelet sebanyak 10 kg. Dengan adanya Teknologi IN-MINDED ini dapat menekan biaya dan mengefisiensi waktu dalam pembuatan pakan ikan. Sehingga UPT PTPBP2KP dapat meningkatkan produktivitas dalam pembuatan pakan ikan menuju Indonesia Mandiri Pakan Ternak.

Melalui inovasi teknologi tersebut Lima Mahasiswa UB yang terdiri dari Hermin ( FMIPA), Daman Budi Priyanto (FMIPA), Shifaaun Najihah (FMIPA), Muhamad Ainul Yaqin (FT), Lina Nur Faizah (FT), dan Darjito, S.Si, M.Si selaku dosen pembimbing berhasil mendapatkan pendanaan dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Ristekdikti.https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif

Lima mahasiswa UB ini akan melaksanakan inovasinya selama 5 bulan dan akan menerapkan teknologi tersebut kepada UPT PTPBP2KP untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Selain itu, diharapkan, sinergi antara mahasiswa dengan pihak UPT PTPBP2KP mampu menyelesaikan permasalahan yang ada pada peternak lele, dan mampu untuk mewujudkan cita-cita indonesia mandiri pakan ternak pada tahun 2030 secara berkala dan keberlanjutan. [Daman Budi/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID