Prasetya Online

>

Berita UB

ICGAB Jadikan UB Sebagai Pusat Teknologi Pertanian Internasional

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 18 September 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 347

Dari Kiri ke Kanan: Ir. Mastur, M.Si. Ph.D , Patricia Rayas Duarte dan  Prof. Dr. Ir. Harijono, M.App.Sc
Dari Kiri ke Kanan: Ir. Mastur, M.Si. Ph.D , Patricia Rayas Duarte dan Prof. Dr. Ir. Harijono, M.App.Sc
Konferensi Internasional tentang Green Agro-Industry and Bioeconomy (ICGAB) yang digelar di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya Malang diharapkan menjadikan kampus setempat sebagai pusat teknologi pertanian dunia internasional.

"ICGAB sangat relevan dengan visi, misi, dan perencanaan strategis fakultas kami. Tujuannya menjadi pusat keunggulan di bidang Teknologi Pertanian baik secara nasional maupun internasional serta memberikan kontribusi yang signifikan," kata Dekan FTP UB Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc di Malang, Rabu.

Ia mengatakan, ICGAB yang diselenggarakan selama tiga hari 18-20 September 2018 telah mengumpulkan hampir 400 delegasi yang berasal dari berbagai universitas nasional dan internasional, lembaga penelitian, dan industri.https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif

"Konferensi Internasional ini berhasil diselenggarakan dan dihadiri oleh 310 peserta dari delapan negara pada tahun ini. Dan Ini adalah ICGAB kedua kami, dan kami ingin menyelenggarakan kegiatan ini secara teratur," katanya.

Sebab, ICGAB sangat relevan dengan visi, misi, dan perencanaan strategis FTP Universitas Brawijaya, yakni menjadi pusat keunggulan di bidang Teknologi Pertanian baik secara nasional maupun internasional, serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan untuk memperkuat kesejahteraan nasional di Indonesia.

Sementara itu, dalam seminarnya beberapa pengamat menyoroti semakin banyaknya penduduk yang mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi karena harga makanan yang tinggi.

Kepala Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen) Ir. Mastur, M.Si. Ph.D mengatakan pada tahun 2030 harga bahan pangan diperkirakan akan mengalami kenaikan 70 sampai 90 persen sehingga diperlukan adanya pengembangan sumber daya alam.

Pengembangan sumber daya alam antara lain bisa dilakukan dengan cara bioteknologi. Bioteknologi merupakan penggabungan proses biologis dan teknologi untuk memberikan sebuat solusi terhadap permasalahan terutama keamanan pangan.

Salah satu bentuk penerapan bioteknologi, antara lain  pengembangan padi IR 8, dan jeruk medan tanpa biji. Padi IR adalah sebutan untuk bibit padi yang merupakan hasil persilangan antara padi peta dari Indonesia dan padi jenis lain dari Filipina.

Sedangkan jeruk medan merupakan jeruk yang dikembangkan dengan merakit tanaman triploid yang akan menghasilkan buah seedless (tanpa biji atau biji sedikit).

Sementara pakar pertanian dari Oklahoma State University USA Patricia Rayas Duarte menambahkan teknologi merupakan mesin yang menentukan suksesnya perekonomian masyarakat post industrial.

Menurut Duarte teknologi seperti sebuah proses pembelajaran dari lingkungan untuk menemukan solusi permasalahan yang ada.

Dia mencontohkan bahwa pada jaman dulu masyarakat banyak menggunakan buah Cranberry untuk jelly, di jaman sekarang berkat kecanggihan teknologi buah cranberry bisa diolah dengan cara dikeringkan, jus, teh, permen karet dan berbagai macam olahannya.

"Semua bentuk olahan tersebut bisa dijadikan salah satu solusi untuk memecahkan permasalahan keamanan pangan karena banyak mengandung serat dan tinggi vitamin c," katanya.

Dr. Tamarath Pranamornkith dari Mae Fah Luang Universty Thailand mengatakan kecanggihan teknologi bisa menjadi solusi pemecahan terhadap ketahanan pangan, namun perilaku masyarakat dan bagaimana mereka memperlakukan sebuah produk hasil panen menjadi hal penting yang harus diperhatikan. [Oky Dian/Humas UB]

 

 

 

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID