ICAMBBE Diharapkan Bisa Menjadi Ajang Para Peneliti Saling Berkolaborasi

Dikirim oleh oky_dian pada 06 September 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 224

Direktur Biosains UB Prof Fatchiyah dan Rektor UB Prof Bisri Membuka ICAMBBE
Direktur Biosains UB Prof Fatchiyah dan Rektor UB Prof Bisri Membuka ICAMBBE
Institut Biosains Universitas Brawijaya kembali menggelar International Conference on Advance Molecular Bioscience and Biomedical Engineering yang ke 4 di Guest House UB, selama dua hari (5/9-6/9/2017).

Kegiatan yang dihadiri oleh peneliti dari berbagai universitas di Indonesia dan luar negeri tersebut mengangkat tema tentang "Natural and Nutraceutical Resource Treatment in Animal Model"

Direktur Biosains Prof Fatchiyah dalam sambutannya mengatakan bahwa selama ini Biosains tidak hanya berfokus pada diagnostik dan vaksin namun juga berkomitmen halal terhadap perlakukan hewan coba yang digunakan. Salah satu contohnya adalah breeding hewan coba. Laboratorium biosains sudah melakukan  pengembangan pakan pada hewan coba dari formula-formula lemak hewan seperti kambing, sapi, dan tanaman. Pengembangan ini ternyata memperoleh hasil yang lebih bagus daripada lemak babi.

"Kami berharap alat-alat kami pun tidak dilewati yang haram dan otomatis kalau orang bekerja di Institut Biosains tidak terserempet barang-barang haram tersebut,"Katanya.

Upaya yang dilakukan oleh Biosains ternyata mendapat sambutan dari Rektor UB Prof M Bisri. Dalam setiap kesempatan rektor UB selalu menekankan bahwa Biosains merupakan laboratorium yang berkomitmen halal dalam setiap proses pengerjaan penelitian.

Dalam wawancara dengan sejumlah media, Rektor UB berharap bahwa biosains bisa segera meluncurkan produk-produk unggulan lain salah satunya adalah kontrasepsi pria hasil temuan Prof. Dr. Drh. Aulani'am, DESS.

Sementara untuk produk Kit Diagnostik sendiri, pada tahun 2017 ini, izin produksi massal akan segera dikeluarkan dan akan diedarkan ke seluruh Indonesia. Produk yang saat ini sudah berjalan sebanyak 10.000 alat tersebut banyak diminati oleh masyarakat. Selain Kemenkes yang memesan 1.25 juta alat, UB juga bekerjasama dengan Biofarma yang memasan sebanyak 5 juta alat pertahun. [Oky Dian/Humas UB]