Prasetya Online

>

Berita UB

Humas UB Ajak Wartawan ke Agrotechnopark

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 21 Maret 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 413

Wartawan kunjungi ATP Cangar dan Jatikerto
Wartawan kunjungi ATP Cangar dan Jatikerto
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Masyarakat dan Kearsipan Kotok Gurito, SE mengajak wartawan baik cetak maupun elektronik lokal, nasional maupun internasional untuk mengunjungi Agro-Techno Park (ATP) milik Universitas Brawijaya (UB). Kunjungan pada Selasa (20/03/2018) ini merupakan rangkaian acara Bonsai (Bincang dan Obrolan Santai) yang merupakan agenda rutin Humas. Dua ATP yang dikunjungi adalah ATP Cangar dan ATP Jatikerto. Turut serta dalam kunjungan ini adalah Prof. Ir. Sumeru Ashari, M.Agr.Sc, PhD Direktur ATP Cangar dan Jatikerto yang juga Guru Besar Fakultas Pertanian.

Dalam paparannya, Sumeru menyampaikan bahwa ATP Cangar dan Jatikerto merupakan lahan hibah Departemen Pertanahan pada tahun 1980 yang dimanfaatkan untuk penelitian. ATP Cangar seluas 15 ha merupakan lahan dataran tinggi sementara ATP Jatikerto seluas 18 ha merupakan lahan dataran rendah.

Kebun Cangar digunakan untuk produksi tanaman sayuran subtropik seperti kubis, kentang, brokoli, wortel, jeruk lemon, kesemek dan leci. Sementara kebun Jatikerto digunakan untuk produksi buah-buahan seperti papaya, jeruk, durian, rambutan, kacang panjang, terung, Lombok, dan tomat. "Semuanya menggunakan sistem pertanian organik yang sehat dan bebas pestisida," kata Sumeru.

ATP UB memiliki visi untuk menjadi taman teknologi yang berbasis agrokompleks dengan mengutamakan tri dharma perguruan tinggi meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Misinya adalah menjadi pusat pelatihan, tempat wisata edukasi dan keluarga, bumi perkemahan serta menjalin kerjasama dengan masyarakat untuk terciptanya desa industri.

Selain layanan tri dharma perguruan tinggi, ATP memberi layanan produksi pangan sehat dan diseminasi teknologi kepada petani dan masyarakat. Layanan rutin yang diberikan adalah pelatihan tanaman organik (kentang, kubis, jagung manis, brokoli, kentang dan wortel), pelatihan budidaya buah (papaya, durian, rambutan, kelengkeng, pisang, jeruk). Pelatihan pembibitan (durian, jambu air, belimbing, pisang dan durian) serta pelatihan penggemukan sapi, kambing, love bird, dana yam potong.

Perbaikan Genetis Durian Bontang

Usai kunjungan ke Cangar, wartawan kemudian diajak ke desa mitra yang merupakan lokasi pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian UB yakni Desa Pait, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Sejak 10 tahun silam, FP-UB telah melakukan pengabdian masyarakat ke-dua kecamatan yakni Kecamatan Kasembon dan Ngantang (Bontang).

Pengabdian masyarakat ini diawali dengan survey untuk menemukan jenis durian unggul lokal serta pelatihan pembibitan durian. Di kawasan ini, menurut Sumeru jumlah durian unggul lokal cukup banyak. Bahkan setiap tahun/musim, jumlahnya terus bertambah karena berbuahnya pohon muda yang sebelumnya tidak berbuah. Walaupun beberapa durian jenis unggul lokal telah ditemukan, namun jumlah pohon durian yang asal biji masih mendominasi pohon di kawasan tersebut. "Pohon asal biji menghasilkan mutu buah beragam dan produksi yang labil," kata Sumeru.

Dari penelitian yang dilakukan, pihaknya telah menemukan beberapa jenis durian unggul yang kemudian ditanam di Kebun Bengkok Desa Waturejo seluas 2 ha. Bahkan beberapa di antaranya telah berbuah. Jenis yang ditanam adalah Arab, Jingga, Sepanjang Musim (SPM) dan lokal. Penanaman di kebun ini diawali sebanyak 300 bibit, namun yang hidup hanya 127 pohon.

Koleksi jenis durian unggul ini dimaksudkan untuk menyelamatkan plasma nutfah jenis unggul lokal dan menyediakan jenis unggul untuk digunakan petani durian dalam memperbaiki mutu genetis pohon duriannya. Survey penemuan jenis-jenis unggul, menurut Sumeru akan terus dilakukan. [Sumeru/Denok/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID