Prasetya Online

>

Berita UB

Halaqah Fiqh sebagai Landasan PSLD

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 21 Desember 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 943

Rektor saat Membuka Halaqah Fiqh Disabilitas
Rektor saat Membuka Halaqah Fiqh Disabilitas
Melalui program Islam inklusif, Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya mengadakan Halaqah Fiqh Disabiiitas untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh penyandang disabilitas. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa-Rabu (19-20/12/2017) bertempat di Hotel Savana, Malang.

Halaqah Fiqh ini diprakarsai oleh Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat (PS2PM) UB, Pusat Rehabilitasi YAKKUM dan The Asia Foundation (TAF). Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Islam yang berkesadaran terhadap penyandang disabilitas.

Dijelaskan Fadillah Putra Ph.D selaku Ketua PSLD UB, program peduli tersebut dimulai dengan Forum Group Discussion (FGD) yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 - 9 September 2017 yang diikuti oleh semua perwakilan penyandang disabiltas di Jawa Timur. FGD ini bertujuan memetakan permasalahan penyandang disalibitas di bidang keagamaan. Setelah itu dilakukan survei persepsi masyarakat Islam terhadap isu disabilitas dan melakukan pemetaan aksesibilitas di masjid agung Kota Malang dan pesantren ikon di 3 kota yaitu, Sampang, Jombang dan Tulungagung.

"Hasil dari FGD dan survei ini telah dikaji dan dibahas oleh tim perumus sebagai materi pokok Halaqah Fiqh Disabilitas, yang kemudian disampaikan ke Kyai/ulama untuk dibahas di lingkungan internal mereka atau pesantren mereka dalam forum kajian fiqh kontemporer. Hasil dari kajian mereka inilah yang nanti akan disampaikan dalam Halaqah Fiqh ini", paparnya.

Ia menambahkan, hasil dari halaqah ini berupa produk hukum fiqh terperinci (furu'iyyah) dalam empat ranah yaitu ubudiyah (tata peribadatan), muamalah (tata pergaulan sosial), jinayah siyasah (kebijakan publik) dan ahwalul syakhsiyah (nikah dan rumah tangga).

Rektor UB, Prof. Dr. Ir M. Bisri, M.S berharap halaqah fiqh bisa menjadi landasan dalam mengelola disabilitas di UB. Ia juga akan berupaya meningkatkan fasilitas - fasilitas agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang baik khususnya untuk disabilitas. "Kami akan terus meningkatkan fasilitas untuk disabilitas, seperti membangun rumah layanan disabilitas, mobil pelayanan dan seperti yang sudah dibuat oleh mahasiswa FILKOM yaitu smart wheelchair, atau kursi roda pintar", ujarnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua LBM PBNU, Kyai. H. Najib Hasan di Hotel Savana. Dalam sambutannya Najib sangat mengapresiasi UB sebagai satu - satunya kampus yang memiliki PSLD. Ia berharap melalui kegiatan ini menjadi langkah awal dan sebagai pedoman fiqh disabilitas yang bermanfaat untuk masyarakat muslim. "Kami sangat mendukung kegiatan ini dengan harapan nantinya dapat menjadi pedoman bagi pembuat kebijakan dalam memberikan hak kepada penyandang disabilitas, dan juga menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi semua kalangan muslim," tutur Najib.[afwega/Vicky/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID