Prasetya Online

>

Berita UB

Hackathon Smart City 2018 Bersama APTIKOM

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dinaoktavia pada 03 Desember 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 235

5669_20181203155739
5669_20181203155739
Salah satu rangkaian kegiatan Pekan Startup 2018 yang diselenggarakan Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom) bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) adalah kegiatan Hackathon “Smart City Challenge” pada (1/12 – 2/12/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan berbagai universitas di wilayah Jawa Timur, meliputi STMIK Pradnya Paramita, Universitas Dr. Soetomo Surabaya, STIKI Malang, Universitas Nurul Jadid, STT Atlas Nusantara, UNUSA, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Universitas Yudharta Pasuruan, UNAIR, UMM, Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) dan Universitas Muhammadiyah Gresik. Tercatat sebanyak 84 peserta yang terbagi dalam 22 kelompok ikut serta dalam kompetisi ini.

Hari pertama peserta diwajibkan membuat karya sesuai tema Smart City. Kemudian pada hari kedua perwakilan kelompok harus mempresentasikan karyanya tersebut di depan para dewan juri dan peserta lainnya.

Tiga dewan juri pada kompetisi tersebut adalah James Tomasouw selaku perwakilan APTIKOM 7 Jawa Timur sekaligus Founder Future Entrepreneur Indonesia, Dr. Eng. Herman Tolle, S.T, M.T selaku Ketua Jurusan Sistem Informasi FILKOM UB dan Ken Sasongko sebagai Research & Development Manager PT Infinys System Indonesia.

Dalam sesi presentasi, setiap kelompok diberikan waktu maksimal 10 menit untuk menjelaskan tentang produknya, kemudian dilanjutkan tanya jawab dengan dewan juri. Beberapa hal yang menjadi dasar penilaian adalah persentasi yang meliputi penilaian atas slide, ketepatan waktu dan gaya presentasi, team work, teknis yang meliputi desain UI/UX dan Aplikasi/Prototype, applicable/problem solusi fit atau tidak dan potensi komersialisasi.

Pada penutupan acara dewan juri menyampaikan pengumuman pemenang dan memberikan hadiah. Selain itu dewan juri juga menyampaikan summary dari keseluruhan produk yang dipresentasikan dalam kompetisi. Diwakili oleh Herman Tolle, para juri menilai secara umum seluruh aplikasi yang dikompetisikan kali ini secara garis besar belum benar-benar matang dan belum cukup menggali persoalan riil apa yang ada di masyarakat. Ada juga sebagian yang mirip dengan aplikasi yang sudah ada. Hal ini menunjukkan peserta kurang melakukan riset atau mencari informasi terkait aplikasi yang dibuatnya sehingga tidak mengetahui jika aplikasi itu sudah ada di masyarakat dan bahkan lebih bagus dari yang dibuatnya. Meski demikian juri sangat mengapresiasi usaha seluruh peserta yang telah memberikan upaya terbaiknya. Harapannya beberapa dari aplikasi yang menjanjikan dapat dikembangkan sampai benar-benar dilaunching dan dimanfaatkan masyarakat luas.

“Sebagian besar kelompok punya ide suatu produk dan kemudian semacam memaksakan agar orang mau memakai. Jadi belum mendalam menggali persoalan kemudian solusi yang ditawarkan masih terlalu sederhana untuk sebagian besar kasus,” ujar Herman.

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID