Prasetya Online

>

Berita UB

Green Synthesis Grafena Oksida dengan Reduktor Likopen dari Buah Semangka

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 26 Juli 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 1327

Tim GO
Tim GO
Energi dibutuhkan oleh benda agar dapat melakukan usaha. Suatu kenyataan bahwa kebutuhan energi di Indonesia semakin meningkat, salah satunya energi fosil. Hal tersebut kemudian memunculkan adanya kebijakan dari pemerintah untuk mengurangi emisis gas CO2 dengan menerapkan mobil listrik. Namun, kendaraan listrik yang sudah memiliki teknologi canggih ini masih memiliki masalah yakni pada piranti penyimpan energi atau superkapasitor. Sehingga pengembangan mengenai piranti penyimpan energi ini sangat diperlukan, salah satunya adalah superkapasitor berbasis grafena. Grafena merupakan alotrop karbon yang berkerangka heksagonal yang dapat digunakan sebagai ultrakapasitor karena memiliki luas permukaan 2.630 M2/gram sehingga dapat membentuk lapisan-lapisan dan menghasilkan ruang-ruang penyimpanan. Superkapasitor berbasis grafena akan memiliki rapat massa yang lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitor-kapasitor dielektrik konvensional, memiliki kemampuan yang besar dalam menangkap dan menyimpan energi sehingga dapat dijadikan sebagai sumber daya primer bila dikombinasikan dengan aki atau sel bahan bakar. Salah satu metode untuk mensintesis grafena oksida adalah Chemical Vapor Deposition (CVD) pada logam Ni dan Cu. Namun, metode ini dinilai kurang efisien, membutuhkan biaya yang relatif mahal, dan tidak ramah lingkungan.

Oleh karena itu, tiga mahasiswa yaitu Wildatus Sa’diyah Sugianto, Diyah Nitami, dan Yuda Alldiansyah Romadhon melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian menawarkan metode baru yang efektif, terjangkau, dan ramah lingkungan untuk mensintesis grafena oksida dengan reduktor likopen dari buah semangka.

Graphene yang dibuat oleh tim GO
Graphene yang dibuat oleh tim GO
Likopen merupakan senyawa antioksidan yang kuat dan memiliki kemampuan untuk mereduksi lebih baik. Buah semangka mengandung lebih banyak likopen dibandingkan pepaya dan tomat, yaitu sebesar 12,962 mg.

Green synthesis grafena oksida dilakukan dengan mengisolasi likopen dari daging buah semangka, mengoksidasi grafit menjadi grafena oksida, mereduksi grafena oksida dengan reduktor likopen menggunakan metode Hummer, dan mengkarakterisasi grafena oksida tereduksi dengan menggunakan spektrofotometer FTIR, XRD (X-Ray Diffraction), UV-Vis, dan uji tegagan dengan multimeter.

Hingga saat ini, metode yang sudah dikerjakan adalah isolasi likopen dari buah semangka, oksidasi grafit menjadi grafit oksida, dan reduksi grafena oksida. Hasil yang diperoleh pada 10 gram semangka memiliki kandungan likopen terlarut rata-rata 16,05 gram, sedangkan hasil oksidasi grafit diperoleh grafit oksida sebanyak 5.65 gram dengan hasil sonikasi diperoleh grafena oksida terdispersi 50mL. Produk dari penelitian ini adalah grafena oksida tereduksi yang dihasilkan sebanyak 0,07 gram dari volume 50 mL dan massa likopen 0,3 gram. Grafena oksida tereduksi inilah nantinya akan digunakan sebagai bahan pada superkapasitor, namun analisis dari grafena ini masih akan dilakukan pada tahap rencana selanjutnya. Keunggulan dari penelitian ini adalah penerapan prinsip green synthesis sehingga lebih ramah lingkungan, bahan yang digunakan lebih mudah didapatkan dan terjangkau, serta metode yang ditawarkan lebih mudah dari metode-metode sebelumnya. [**/Humas UB]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID