Prasetya Online

>

Berita UB

Gencarkan Semangat Berwirausaha, Ristekdikti Gelar Workshop KBMI

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh Oky_dian pada 18 Maret 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 376

Tim KBMI Ristek Dikti Surfa Yondri
Tim KBMI Ristek Dikti Surfa Yondri
Direktorat Jenderal Pembelajaran Dan Kemahasiswaan Ristek Dikti bekerjasama dengan Bagian Kemahasiswaan Univesitas Brawijaya mengadakan Workshop KBMI di Gedung Widlok UB, Sabtu (16/3/2019).

KBMI atau Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia yang sebelumnya bernama Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) digelar sebagai salah satu bentuk solusi meningkatnya jumlah pengangguran Perguruan Tinggi.

"Banyak dari alumni perguruan Tinggi setelah mereka lulus kuliah mencoba mendaftar menjadi PNS. Jika tidak diterima  akan melamar menjadi karyawan swasta. Jika tidak diterima lagi maka akan mencoba-coba berwirausaha,"katanya.

Meskipun mencoba-coba, menjadi seorang wirausaha harus dilakukan dengan sepenuh hati.

"intinya totalitas menjadi pengusaha bukan setengah pengusaha. Selain itu, pilihan mjd wirausaha adalah pilihan sadar dan bukan karena kepepet,"katanya.

Semangat itulah yang nantinya menjadi prinsip dasar penilaian dalam KBMI.

"Dalam KBMI yang akan kami nilai adalah tujuan mulia atau Noble Propose dari bisnis yang dikembangkan. Mahasiswa mampu membuat rencana bisnis yang baik dimulai dengan memahami tujuan mulia atau noble purpose,"katanya.

Ismet menambahkan tujuan penting diadakannya KBMI adalah menghasilkan karya inovatif dan kreatif dari mahasiswa perguruan tinggi Indonesia.

Ismet mencontohkan, perusahaan transportasi online seperti Grab dan Uber meskipun tidak punya armada bisa bersaing dengan taksi konvensional. Sementara itu, Airbnb yang tidak punya penginapan juga bisa menyewakan kamar-kamar ke setiap orang.

"KBMI ini berorientasi pada ide bisnis. Yang ingin kita tuju adalah menumbuhkan karakter kesatria yang ada dalam diri setiap wirausaha. Seorang kesatria adalah orang yang berani mengambil resiko, pantang menyerah, mau bersusah payah,"katanya.

Tim KBMI Ristek Dikti Surfa Yondri menambahkan menjadi seorang pengusaha sejak dini berarti belajar mengatur waktu untuk diri sendiri."Yang penting dengan KBMI anda sudah bisa memaintain waktu anda sebagai mahsiswa dalam menjalankan waktu anda.

Berbeda dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak bisa mengatur waktu libur,  menjadi pengusaha enaknya ketika yang lain bekerja pengusaha libur.  Pekerja lain libur pengusaha bisa liburan. Waktunya yang ngatur anda sendiri,"kata Surfa Yondri.

Dia menambahkan, dalam mengikuti KBMI yang paling penting adalah niat.

"Niatnya mau jadi apa? niatnya mau ngapain?Kalau niatnya hanya ingin dapat uang Rp 40 juta itu salah,"katanya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, KBMI tahun ini lebih menonjolkan teknologi. Selain itu, untuk proposal yang lolos seleksi akan ada pendanaan Rp 10 hingga Rp 40 juta.Puncak acara KBMI adalah diselenggarakannya Ekspo KBMI di Batam bulan November mendatang.

"Sebanyak 100 peserta akan mengikuti ekspo KBMI di Batam. Biaya transport nya akan kami biayai pulang pergi,"katanya.[Oky Dian/Humas UB] 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID