Prasetya Online

>

Berita UB

Fapet UB Gandeng Kerjasama dengan Unira dan SHERA USAID Untuk Mengembangkan Sapi Madura

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dietodita pada 25 Januari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 209

MoU Pengembangan Sapi Madura
MoU Pengembangan Sapi Madura
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) merangkul Universitas Madura (Unira) dan Sustainable Higher Education Research United States Agency for International Development (SHERA USAID) untuk mengembangkan kerjasama internasional. Kerjasama antara three parties ini memfokuskan pada pengembangan sapi Madura.

Naskah kerjasama ditandatangani oleh Dekan Fapet UB Prof. Suyadi, Rektor Unira Dr. Rizqina, dan Prof. Bambang Purwantara selaku ketua tim research center SHERA USAID di Institut Pertanian Bogor (IPB). Sementara dana penelitian berasal dari USAID dihibahkan ke Indonesia melalui tim research centerSHERA.

Perjanjian yang dilakukan pada Selasa (22/01/2019), menyebutkan ruang lingkup penelitian terdiri dari penelitian bidang sosial atau kultur peternakan sapi Madura, upaya memperoleh bibit unggul berdasarkan fenotipik, dan metode mendapatkan bibit unggul berdasarkan marga genetika molekuler.

Peran Unira pada penelitian ini adalah sebagai pihak lapang yang terjun ke masyarakat untuk menggali data-data melalui pendekatan budaya. Sebab salah satu kendala saat melakukan penelitian adalah berbasis masyarakat yangmana sebagian peneliti bukan penduduk asli Madura sehingga terkendala bahasa, budaya, dan kebiasaan. Sementara itu, pihak Fapet UB berfokus pada marga genetika molekuler untuk mendapatkan bibit unggul pejantan sapi Madura.

“Kami berharap melalui penelitian ini akan memunculkan ahli-ahli sapi Madura yang berbeda spesifikasinya. Misalnya Fapet UB sebagai ahli genetika molekuler dan Unira sebagai ahli sapi Madura berdasarkan kultur,” kata Prof. Suyadi

Sementara output yang diharapkan dari penelitian kerjasama ini adalah metodologis, science, dan publikasi, serta meningkatkan kemampuan staf Fapet dan Unira.

Kegiatan tersebut bertepatan dengan kedatangan partner dari University of Copenhagen, Denmark, Prof. Rasmus Heller, yang akan mengklasifikasi sapi Madura berdasarkan fungsinya, yaitu fungsi budaya dan fungsi peningkatan produksi daging. Fungsi budaya mencakup sapi karapan, tajek, dan sonok yangmana dalam meneliti tersebut diperlukan pendekatan budaya atau sosial kepada masyarakat. (dta/Humas UB)

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID