Prasetya Online

>

Berita UB

Fakultas Ilmu Budaya UB Luncurkan Rumah Baca Anak di Desa Ngabab Pujon Malang

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafib pada 11 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 498

Salah Satu Sudut Rumah Baca Anak
Salah Satu Sudut Rumah Baca Anak

Dalam rangka Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku) yang diperingati setiap tanggal 5 Mei, dua kelompok Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Budaya UB yaitu (1) Muh. Fatoni Rohman, M.Pd., Dr. Eti Setiawati, M.Pd., Putri Kumala Dewi, M.Pd. dan (2) Nanang Bustanul Fauzi, S.S., M.Pd., Wahyu Widodo, S.S., M.Hum., Vanda Hardinata, S.Pd., M.Pd., Jamila Wijayanti, S.S., bekerja sama dengan pemerintah Desa Ngabab mengadakan Dialog Literasi di Balai Desa Ngabab. Kegiatan tersebut juga diikuti dengan peresmian Rumah Baca Anak.

Pembicara dalam Dialog Literasi tersebut adalah Denny Mizhar (aktivis Komunitas Pelangi Sastra Malang, penulis, dan aktivis dalam kegiatan literasi) yang dimoderatori oleh Wahyu Widodo, M.Hum. Dialog ini diikuti oleh siswa Taman Kanak - kanak di Desa Ngabab, orang tua, Kepala Sekolah, guru, Ketua Lansia dan Balita Kecamatan Pujon, Tim Penggerak PKK Kecamatan Pujon, serta Tim Penggerak PKK Desa Ngabab.https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif

Acara dibuka dengan sambutan Kepala Desa Ngabab, Amin Afandi. Dia mendukung Gernas Baku dan telah bekerja sama dengan kepala sekolah TK/ PAUD Desa Ngabab terkait pencanangan jadwal belajar para siswa di Rumah Baca Anak. Kedepannya, setiap hari Senin sampai Jumat akan selalu ada siswa TK yang belajar di Rumah Baca tersebut.

Dr. Eti Setiawati, M.Pd. mewakili tim Pengabdian, menyampaikan bahwa FIB sangat mendukung Gernas Baku. Rumah Baca Anak yang diluncurkan FIB UB ini akan menjadi laboratorium mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Diksasindo) untuk mata kuliah Membaca.

Rumah Baca Anak tersebut juga akan dipergunakan sebagai tempat kegiatan Program Kerja Himpunan Mahasiswa Program Studi yang bekerja sama dengan Griya Mengajar, serta sebagai lokasi kegiatan KKN Tematik mahasiswa Diksasindo.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan orang tua dari TK/ PAUD membacakan cerita untuk anaknya. Orang tua tersebut kemudian mendapatkan hadiah dari Tim Penggerak PKK Desa Ngabab. Acara tersebut dimeriahkan pula oleh Isteri Kepala Desa selaku Bunda PAUD yang membacakan cerita untuk siswa TK/ PAUD yang hadir.Siswa/i TK Desa Ngabab Diajak Menyaksikan Peresmian Rumah Baca Anak
Siswa/i TK Desa Ngabab Diajak Menyaksikan Peresmian Rumah Baca Anak

Dalam menyampaikan materi Denny Mizhar berinteraksi dengan siswa TK dan para orang tua. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh Denny Mizhar adalah, "Adik cita- citanya apa? Mengapa menginginkan cita - cita itu?" Siswa menjawab bahwa mereka ingin menjadi polisi, guru, dokter tanpa dapat menjelaskan alasannya. Kesimpulannya, anak tidak tahu karena tidak ada contoh yang dapat mereka lihat langsung.

Denny kemudian menunjukkan satu buku puisi yang ditulis oleh siswa kelas 1 SD dan sebuah buku yang ditulis oleh bundanya. Salah satunya berjudul "Kue Lapis". Si penulis cilik ini mampu menulis karena belajar dari bundanya yang juga menulis. Jadi, agar anak mau membaca, orangtua juga harus membaca.

Dalam acara tersebut, disampaikan pula sambutan oleh UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Ngabab, Sugeng Irianto. Sugeng berpesan bahwa tiap anak  memiliki potensi berbeda - beda dan tidak seharusnya dibandingkan dengan anak yang lain.

Seusai acara, peserta diajak untuk menyaksikan peresmian Rumah Baca Anak oleh Kepala Desa, Wakil Dekan FIB Bidang Akademik, Ketua BPPM. Kegiatan ini didukung pula oleh Mobil Pintar Perpustakaan UB dan Himaprodi Diksasindo. (PSIK FIB/Humas UB)

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID