Prasetya Online

>

Berita UB

FT Ajak Sivitas Akademika Menjadi Duta Kehumasan

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 23 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 292

pro
pro
Setiap orang adalah petugas kehumasan. Masing-masing pribadi bertanggung jawab atas citra positif diri maupun institusinya. Pesan inilah yang ingin disampaikan oleh Pengelola Sistem Informasi dan Kehumsan (PSIK) Fakultas Teknik Universits Brawijaya (FTUB) kepada sivitas akademika.

Untuk mendukung misi ini, PSIK FTUB mengundang segenap pimpinan Fakultas, Jurusan, Unit Kerja, Tenaga Kependidikan (Tendik), dan perwakilan lembaga mahasiswa di lingkungan FT dalam workshop tahunannya. Mengangkat tema Everyone is a Public Relation Officer (PRO) 2, lokakarya ini digelar di Ruang Rapat Pimpinan lantai 3 Gedung FTUB pada Selasa, (17/4/2018).

"Kami sudah memberikan tiga pelatihan terkait dengan kehumasan dalam tiga tahun ini. Agar ilmu yang sudah didapat lebih memberikan manfaat, kami adakan pelatihan untuk meningkatkan publikasi unit Anda. Bantu kami untuk membantu anda menyampaikan citra positif, prestasi, maupun kegiatan tri dharma di institusi anda," ujar Ketua Bidang Kehumasan PSIK FTUB, Rudy Yuwono di awal kegiatan.

Image_9e2953a
Image_9e2953a
Ketua PSIK FT, Ir. Unggul Wibawa, M.Sc dalam sambutannya juga menambahkan bahwa setiap personil adalah wajah institusi.

"Dari satpam sampai rektor, kita semua membawa nama institusi. Selalu jaga etika dan etiket, baik dalam perbuatan, tutur kata, maupun tulisan," tukasnya.

Hadir membuka workshop keempat PSIK ini, Wakil Dekan Bidang Akademik, Ishardita Pambudi Tama Ph.D. "Peran publikasi sangat penting bagi institusi, dengan adanya berita-berita yang termuat di laman web maupun sosial media FT, banyak siswa SMA yang tertarik kesini. Bulan ini saja sudah ada delapan jadwal kunjungan," tukasnya mengapresiasi.

pro3
pro3
Salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki untuk mempublikasikan kegiatan adalah melalui tulisan. Menjawab tantangan ini PSIK FTUB menghadirkan pakar jurnalistik dari TEMPO, Abdi Purmono untuk memberikan pelatihan.

Majelis Etik AJI Malang yang akrab disapa Abel ini menyampaikan pentingnya judul berita yang ringkas dan menarik. "Maksimal sepuluh kata. Usahakan judul itu bisa membangkitkan keinginan untuk membaca isi," ujar ayah dua anak ini.

Anggota Dewan Pengawas The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) ini juga mengungkapkan bahwa rumus mudah untuk menulis adalah 5W+1H. Rumus yang merupakan kepanjangan dari who (siapa), what (apa), where (dimana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana) ini  adalah rumus yang berupa pertanyaan-pertanyaan yang digunakan untuk mengembangkan berita.

"Usahakan paragraf awal bisa menjawab minimal 4 dari rumusan 5w1h," ujar pemilik blog batikimono ini.

pro2
pro2
Selain pembekalan materi, peserta juga diajak langsung untuk praktek menulis. Setelah sesi tanya jawab, dalam 30 menit peserta harus mengumpulkan tulisannya dan Abel memilih tiga orang untuk di review. "Dari artikel yang terkumpul, terlihat bahwa sebetulnya semua bisa menulis. Hanya saja harus dilatih," tukasnya menutup materi.

kompetisi kontributor-edit
kompetisi kontributor-edit
Sebelum acara ditutup dengan pemberian hadiah bagi reviewees, Rudy memberikan sosialisasi terkait kompetisi menulis kegiatan tridharma bagi civitas akademika FTUB. Bertajuk "Kompetisi Kontributor Teraktif 2018", PSIK mengajak civitas akademika Fakultas Teknik untuk mengabadikan kegiatan Tri Dharmanya melalui tulisan.

"Kompetisi ini dimulai dari sekarang (17 April 2018, red) sampai dua minggu sebelum puncak Dies Natalis ke-55 FTUB. Di akhir pengumpulan, akan dihitung poin tertinggi. Semakin banyak anda bagikan kegiatan, prestasi, maupun penelitian, poin yang terkumpul pun semakin banyak. Hasil tulisan yang amsuk, akan dimuat di laman resmi FTUB," ujar Rudy Yuwono sebelum menutup acara. (mic/Humas UB)

Keterangan lebih lanjut mengenai Kontributor Teraktif FTUB 2018 dapat dilihat di sini.

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID