Prasetya Online

>

Berita UB

FKH UB Lakukan Pemeriksaan Hewan Qurban di Kota Malang dan Batu

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 04 September 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 387

Pemeriksaan Antemortem
Pemeriksaan Antemortem
Dalam upaya pemantauan dan pengamanan penyembelihan hewan qurban pada perayaan Hari Raya Idul Adha 2017/1438H, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH UB) mendapat kepercayaan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang dan Dinas Pertanian Kota Batu membantu pemeriksaan daging hewan qurban di Wilayah Kota Malang dan Kota Batu.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang secara rutin dilakukan setiap perayaan Hari Raya Idul Qurban. Pada pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan kali ini, FKH UB menerjunkan 32 Dosen dan 472 mahasiswa melakukan pemeriksaan di lima Kecamatan di Kota Malang dan tiga Kecamatan di Kota Batu.

Pemeriksaan Kesehatan Hewan Qurban di Kota Malang dilaksanakan di Kecamatan Klojen, Kecamatan Blimbing, Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Lowokwaru, Kecamatan Sukun, serta di Polresta Malang Kota. Sementara di Kota Batu dilaksanakan di Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo.

Pemeriksaan Postmortem
Pemeriksaan Postmortem
Kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan qurban tersebut dilaksanakan selama tiga hari (31/8-2/9/2017), yang meliputi pemeriksaan Antemortem dan Postmortem.

Sebelum pemeriksaan kesehatan hewan qurban, dilakukan kegiatan Pembekalan Persiapan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Qurban yang diikuti oleh seluruh mahasiswa yang akan bertugas. Dalam Pembekalan tersebut disampaikan beberapa materi-materi, yaitu tata cara pemeriksaan antemortem hewan sebelum disembelih yang disampaikan oleh drh. Dodik Prasetyo, M.Vet, metode penyembelihan hewan yang berprinsip pada aspek Kesrawan yang disampaikan oleh drh. Mira Fatmawati, M.Si dan Perubahan-perubahan patologisPemeriksaan Antemortem dilakukan sebelum proses penyembelihan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan hewan ternak untuk disembelih.

Dengan pemeriksaan antemortem dapat diketahui apakah hewan ternak yang akan dipotong menunjukkan penyakit atau kelainan yang dapat mempengaruhi mutu daging (kualitas, kelayakan dan keamanan daging). Beberapa penyakit dan kelainan yang ditemukan pada pemeriksaan antemortem hewan qurban di wilayah  kota Malang antara lain otitis, rhinitis, dan beberapa hewan ternak yang belum poel.

Pemeriksaan postmortem dilakukan setelah hewan disembelih meliputi pemeriksaan pada organ-organ dalam, meliputi jantung, paru-paru, limpa, hati dan usus. Pemeriksaan juga dilakukan pada jaringan otot, limfoglandula, dan kuku. Hasil pemeriksaan postmortem yang dilakukan, ditemukan adanya Fasciolosis pada beberapa hati hewan qurban. Berdasarkan hasil pemeriksaan postmortem tersebut dapat diputuskan apakah daging hewan qurban tersebut layak untuk dikonsumsi atau harus diafkir.  [FKH/Humas UB]

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID