Prasetya Online

>

Berita UB

FKH Lantik 44 Dokter Hewan Baru

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 09 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 1001

44 Dokter Hewan Baru diambil sumpahnya
44 Dokter Hewan Baru diambil sumpahnya
Meningkatnya jumlah penduduk, berdampak pada peningkatan jumlah konsumsi, termasuk konsumsi protein hewani. Dalam hal ini, profesi dokter hewan sangat diperlukan untuk mendukung program ketahanan pangan masyarakat dan tercapainya swasembada daging yang diharapkan pemerintah. Demikian disampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Kusmartono dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Hewan Baru Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya (FKH-UB), Rabu (08/11/2017).

 "Tantangan dokter hewan tidak mudah. Karena harus bertanggung jawab dalam melindungi kesehatan hewan dan menghindari resiko penularan penyakit zoonosis kepada manusia, salah satunya melalui pengamanan bahan pangan asal hewan," kata WR I.

Karena itu, tingkat kebutuhan dokter hewan di Indonesia sangat besar. Dekan FKH-UB Prof. Dr. Aulanni'am, drh., DESS menuturkan, diperkirakan masih ada kekurangan sekitar delapan ribu dokter hewan untuk memenuhi kebutuhan di semua lini.

"Tingginya kebutuhan ini terlihat dari masa tunggu lulusan kurang dari tiga bulan. Bahkan 35 persen dokter hewan yang baru dilantik ini sudah bekerja baik di instansi pemerintah maupun swasta," ungkapnya.

Dalam kegiatan yang digelar di Gedung Samantha Krida ini, sebanyak 44 dokter hewan baru dilantik dan diambil sumpahnya. Mereka adalah mahasiswa angkatan 2010 dan 2011. Hingga saat ini, FKH-UB telah meluluskan 174 dokter hewan. "Syukur Alhamdulillah lulusan dokter hewan dari FKH-UB 100 persen dapat lulus Ujian Kompetensi Dokter Hewan Indonesia," ucapnya.

Di akhir acara Dekan berpesan agar para lulusan dokter hewan baru dapat menjadikan tantangan sebagai pemacu untuk lebih maju dan berkarya. Serta berkontribusi nyata sebagai dokter hewan yang kompeten, berdaya saing, dengan tetap memegang teguh kaidah-kaidah dan Kode Etik Dokter Hewan. [irene/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID