Prasetya Online

>

Berita UB

FK UB dan SidoMuncul Gelar Seminar Herbal

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 15 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 119

Dekan FK bersama Narasumber dan Delegasi PT Sidomuncul saat Seminar "Memanfaatkan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat"
Dekan FK bersama Narasumber dan Delegasi PT Sidomuncul saat Seminar "Memanfaatkan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat"
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat biodiversitas terbesar di dunia. Dari 40 ribu spesies tanaman obat, sekitar 30 ribu spesies berada di Indonesia. Dari jumlah tersebut sebanyak 9.600 diantaranya memiliki khasiat obat dan baru sekitar 200 spesies dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Menurut data WHO 2005, diperkirakan sebanyak 75-80 persen penduduk dunia pernah menggunakan obat-obatan herbal. Saat ini para praktisi medis dan farmasi terus melakukan penelitian lebih lanjut untuk mendalami dan membuktikan tingkat keberhasilan obat-obatan herbal yang disebut dengan herbal medik.

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang herbal perlu terus dilakukan oleh pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, yaitu saintifikasi jamu, dalam hal ini penelitian berbasis kesehatan.

Dalam rangka mensosialisasikan hal tersebut, Sabtu (5/5), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, Ikatan Apoteker Indonesia, dan Ikatan Dokter Indonesia mengadakan Seminar Herbal bertema "Memanfaatkan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat". Seminar ini diikuti oleh 250 peserta dari kalangan kedokteran, peneliti, mahasiwa, dan masyarakat umum di Malang.

Hadir sebagai pembicara Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt, M.Sc., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes, Dr. dr. Ina Rosalina, SpA(K), Mkes, MK.Kes dan Direktur PT. Sido Muncul, Tbk, Irwan Hidayat

Materi yang disampaikan dari para pembicara yaitu Kebijakan Obat Asli Indonesia, Kebijakan Pengobatan Tradisional Komptementer di Indonesia, Industri Herbal Berbasis Good Manufacturing Practices (GMP), Uji Manfaat Tolak Angin, Uji Toksisitas Subkronis Tolak Angin Cair.

Dekan FK UB Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya pengabdian, dengan membagikan ilmu kepada masayarakat. ia juga mengaku bahwa FKUB menjalin kerjasama dengan PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul di bidang penelitian obat herbal.

"Saya berharap dengan adanya kolaborasi FKUB dan Sido Muncul, ide atau penelitian dari pihak universitas dapat diwujudkan oleh pihak industri Sido Muncul sehingga dapat dimanfaatkan hasilnya oleh kalangan masyarakat.", jelasnya

Senada dengan Dekan FK UB, Irwan Hidayat menekankan agar kalangan peneliti di Universitas Brawijaya dapat melakukan dan menginovasikan hasil penelitianya. "Melalui seminar herbal seperti ini kami berharap akademisi kedokteran terdorong untuk terus melakukan penelitian tanaman obat secara ilmiah. Tidak hanya bergantung kepada obat modern yang berbasis kimia. Selain itu kami juga ingin dunia kedokteran mendapat wawasan mengenai industri jamu, peneIitian yang kami lakukan untuk mengembangkan produk, dan penggunaan jamu untuk pelayanan kesehatan." ujarnya.[afwega/vicky]

 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID