Ujian Disertasi Adi Pramono Hendrata di Fakultas Kedokteran

Dikirim oleh oky_dian pada 06 Desember 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 241

Adi Pramono Hendrata
Adi Pramono Hendrata
Aterosklerosis adalah suatu peradangan sistemik pembuluh darah arteri yang ditandai dengan penumpukan sel-sel radang serta pembentukan plak. Peradangan terjadi oleh karena paparan LDL teroksidasi di sub endotel dan paparan "hidden molecules" terhadap makrofag. Peradangan yang terus menerus mengakibatkan makrofag mensekresikan protease dan sitokin pro inflamasi IL-6 dan IL-7, serta polarisasi sel T naif kearah Th17, yang semakin lama semakin membesar ukuran plak dan memperlemah stabilitas plak. Kunci dari perhentian proses peradangan ada pada tahap eferositosis. Andrographis paniculata (sambiloto) berperan sebagai anti inflamasi, antioksidan, anti hipertensi, penurun kadar lemak darah, dan anti diabetik sekarang diteliti apakah mempunyai efek meningkatkan eferositosis. Proses eferositosis diharapkan dapat dioptimalkan sehingga tidak terjadi paparan "hidden molecules" dan proses inflamasi dapat ditekan.Hal tersebut melatarbelakangi Ujian Disertasi Terbuka dr. Adi Pramono Hendrata, SpPK bertempat di Auditorium R.601 Gedung A Pusat Pendidikan FKUB, Rabu (5/12/2018). Disertasi yang diujikan berjudul "Pengaruh Andrographis paniculata Terhadap Kemampuan Eferositosis Makrofag dan Aktivitas Treg-Th17 pada Tikus dengan Perlakuan Aterogenik".https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif

Dalam penelitiannya, Adi menggunakan hewan model tikus Spraque dawley dan membuktikan apakah pemberian Andrographis paniculata dapat meningkatkan eferositosis. Kemampuan eferositosis diukur dengan cara menghitung rasio antara sel apoptotik (fragmentasi DNA) yang ada dalam sel makrofag dengan yang ada diluar sel makrofag dan penelitiannya juga membuktikan apakah ada korelasi antara pemberian ekstrak etanol Andrographics paniculata pada tikus Sprague Dawley dengan peningkatan rasio jumlah sel Treg/Th17 dan kadar TGF-β, IL-17, IL-6 di plasma. Dari kesimpulan penelitiannya, bahwa pemberian ekstrak etanol Andrographis paniculata meningkatkan kemampuan eferisitosis dan meningkatkan rasio jumlah sel Treg/Th17 darah, namun tidak mempengaruhi kadar sitokin TGF-β, IL-10, IL-17 dan IL-6 plasma.

Dewan penguji dan promotor yang terlibat dalam ujian disertasi ini adalah Prof. Dr. dr. Kusworini, M.Kes., SpPK (Promotor), Prof. Dr. dr Handono Kalim, SpPD-KR (Ko-Promotor), Prof. Dr. dr. Loeki Enggar Fitri, M.Kes., SpPark (Ko-Promotor), dan tim penguji Prof. dr. M. Aris Widodo, MS., SpFK., Ph.D, Dr. Titin Andri Wihastuti, S.K.p., M.Kes, Prof. Dr. Jusak Nugraha dr., MS., Sp.PK(K).

Dr. Adi Pramono Hendrata, SpPK kelahiran Surabaya 22 Oktober 1964 meraih gelar dokter pada 1989 di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, serta Sekolah Perwira Militer Wajib pada 1991 di Akademi Militer dan lulus Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik pada 2003 di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Ia juga pernah menjabat sebagai Dantokes pada 1991-1994 di Batalyon 3 Marinir, Kepala Puskesmas pada 1994-1999 di Driyorejo Gresik, Kepala Lab Patologi Klinik pada 2003-2006 di RSUD Bangkalan dan pada saat ini juga sebagai pengajar Patologi Klinik(LB) di FK Universitas Katholik Widya Mandala sejak 2011 hingga sekarang serta menjabat Kepala Seksi Laboratorium Klinik dan Uji Kesehatan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya sejak 2006 hingga sekarang. Menikah dengan dr. Inna Widjajanti, MH dan dikarunai dua orang anak, Theo Wiranadi Hendrata, ST dan Theresa Puspanadi Hendrata. [Rina/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait