Prasetya Online

>

Berita UB

FISIP UB Gelar Media Upgrading Issue "Waspada Penyakit Di Musim Pancaroba"

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFISIP pada 17 Februari 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 897

dari kiri, Fariza Yuniar (Humas FISIP UB), Dr.Lilik Zuhriyah, S.K.M. M.Kes., dr. Alidha Nur Rakhmani, S.Ked,
dari kiri, Fariza Yuniar (Humas FISIP UB), Dr.Lilik Zuhriyah, S.K.M. M.Kes., dr. Alidha Nur Rakhmani, S.Ked,
Memasuki Bulan Februari 2017, peralihan musim hujan ke musim kemarau atau masa pancaroba, di wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Malang, menyebabkan angin kencang, hujan lebat, serta suhu panas tinggi di siang hari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan saat terjadi angin kencang dan hujan dengan intensitas lebat di wilayah Jawa Timur perlu diwaspadai karena memicu penyakit.

Dr. Alidha Nur Rakhmani, S.Ked, Pakar Ilmu Kesehatan Masyarakat - Kedokteran Pencegahan (IKM-KP) dari Fakutas Kedokteran Universitas Brawijaya mengatakan ketika suhu udara berubah-ubah, imunitas pada manusia akan menurun, sehingga dapat memudahkan untuk terserang kuman yang bisa menyebabkan diare, flu, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

"Gejala-gejala ISPA dapat ditandai dengan adanya Demam, Batuk, Cairan pada Hidung, Nyeri Sendi dan Sakit Kepala," ungkap dr. Alidha kepada awak media.

Alidha menjelaskan bahwa untuk menanggulangi ISPA, masyarakat perlu menjaga stamina tubuh dengan istirahat yang cukup dan memperhatikan pola makan.

"Pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan istirahat yang cukup, mengkonsumsi sayur dan vitamin, sering mencuci tangan agar terhindar dari kuman dan segera melakukan pengobatan apabila timbul gejala ISPA," ungkapnya.

Di samping ISPA, penyakit yang harus diwaspadai adalah Demam Berdarah (DBD), karena menurut survei yang telah dilakukannya, ada tiga kematian yang di sebabkan DBD pada tahun 2015 di kota Malang. Sedangkan pada tahun 2016 meningkat menjadi sepuluh kematian.

Kegiatan Media Upgrading Issue yang diselenggarakan oleh Humas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) dan dilaksanakan di Ruang Sidang Lantai 7, Gedung A Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Brawijaya (UB) Kamis (16/2/2017). Kegiatan ini juga menghadirkan Pakar Kesehatan Lingkungan dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Dr.Lilik Zuhriyah, S.K.M. M.Kes. Ia menambahkan bahwa pada musim pancaroba, masyarakat harus waspada terhadap nyamuk.

 "Pada musim pancaroba, masyarakat harus lebih sadar akan pentingnya kebersihan di lingkungannya, sanitasi saluran air harus lebih diperhatikan karena disitulah jentik-jentik nyamuk akan berkembang biak apabila ada air yang menggenang," ungkap Lilik.

Menurut Lilik, untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk, kita harus menerapkan 3M Plus, yaitu menutup tempat yang dapat menjadi perkembangbiakan nyamuk, menguras bak mandi minimal satu kali seminggu, mengolah sampah dan plusnya adalah bisa dengan memasukkan salah satu  jenis  ikan cupang ke dalam bak mandi, mengoleskan repellent ke anggota luar tubuh dan bisa menaburkan bubuk abate pada wadah yang sulit dikontrol.

Setidaknya dengan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) yang dijelaskan oleh kedua narasumber tersebut, masyarakat dapat mengantisipasi terjadinya penyakit yang menyerang di musim pancaroba. [Humas Fisip UB/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID