Prasetya Online

>

Berita UB

FISHCO : Edukasi, Pengolahan dan Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Gresik

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 28 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 470

Pelatihan kewirausahaan kepada istri nelayan Desa Randuboto
Pelatihan kewirausahaan kepada istri nelayan Desa Randuboto
Desa Randuboto yang berlokasi di Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur adalah daerah penghasil ikan pari. Kemampuan ini berbanding terbalik dengan pendapatan dan tingkat pendidikan warganya. Inilah yang mendasari gagasan kelompok mahasiswa untuk memberdayakan masyarakat yang dilakukan oleh lima orang mahasiswa Universitas Brawijaya.

Adalah Zahrotul Firdausi (Fakultas Teknologi Pertanian), Aizzatur Rohmah (Fakultas Perikanan), Ya'qub Al-Kindi, Mohammad khaufillah (Fakultas Ilmu Komputer), dan Syarifah Rahmatal Alam (Fakultas Ilmu Budaya) yang menggagas pemberdayaan masyarakat berbasi 3P (Pelatihan Wirausaha Katsuobushi, Pengelolaan Potensi Lokal SDA dan SDM serta Pengaplikasian Marketing Application) bertajuk FISHCO.

FISHCO atau Fisheries Cooperatives merupakan program pemberdayaan masyarakat pengangguran Desa Randuboto, melalui pemanfaatan potensi ikan pari menjadi katsuobushi atau olahan awetan ikan berbentuk seperti serutan kayu, sebagai bentuk Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat. "Desa Randuboto rata-rata mampu menghasilkan ikan pari dengan berat rata-rata 300 kg per hari. Namun hasil ini langsung dijual ke pasaran dengan harga standar. Melalui FISHCO, ikan pari ini dapat diolah menjadi katsuobushi", ujar Zahro.

FISHCO diawali dengan proses pendstribusian ikan pari yang telah dicuci bersih dan dipilah antara tulang, daging dan kulitnya. Daging ikan ini kemudian diasapi selama 2o menit dan dikeringkan selama empat hari hingga menyerupai kayu keras. Daging ikan ini kemudian diserut dan di kemas dalam bentuk kemasan plastik, alumunium dan botol.

Kelompok ini juga memfasilitasi pemasaran hasil olahan ikan pari secara daring melalui aplikasi FISHCO. Selain untuk pemasaran, aplikasi ini juga digunakan untuk diskusi antar nelayan anggota. Selain pengolahan, kelompok ini juga melakukan pendampingan pemasaran meliputi perizinan lokasi dan diskusi, pendampingan pembuatan katsuobushi, pendampingan pemasaran produk perikanan, monitoring dan evaluasi, hingga tahap kerjasama dan penyusunan laporan.

Dengan hadirnya Fisheries Cooperative, diharapkan dapat menambah lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat tunakarya di kawasan Desa Randuboto serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyarakat sekitar. [vicky]

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID