Prasetya Online

>

Berita UB

FIB UB Terlibat dalam Pelatihan Batik Khas Timor Tengah Selatan melalui Doktor Mengabdi UB di Noenoni

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafib pada 19 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 316

 Ibu-ibu Kabupaten Timor Tengah Selatan Desa Noenoni Belajar Membatik
Ibu-ibu Kabupaten Timor Tengah Selatan Desa Noenoni Belajar Membatik
Bertepatan dengan Hari Batik Nasional, Selasa (2/10/2018), Universitas Brawijaya (UB) Malang melalui program Doktor Mengabdi bekerjasama dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menyelenggarakan Pelatihan batik khas TTS di desa Noenoni, Kecamatan Oenino Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari (1/10-5/10/2018), di area Gereja Betel Noebaun.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Timor Tengah Selatan Beny F Tobo, S.E., menyampaikan bahwa pelatihan batik merupakan realisasi kerjasama antara Pemda TTS dan UB dalam upaya mengembangkan usaha batik yang selama ini selalu didatangkan atau dipesan dari Jawa.

Pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan ekonomi warga Noenoni, khususnya ibu-ibu rumah tangga, dan warga TTS karena batik mempunyai pangsa pasar yang sangat potensial, mulai dari seragam pegawai pemerintahan, seragam sekolah, warga masyarakat, dan wisatawan asing ataupun dalam negeri yang mengunjungi TTS.

Tim Doktor Mengabdi UB beserta Perangkat Desa Noenoni dan Ibu-ibu Peserta Pelatihan Batik
Tim Doktor Mengabdi UB beserta Perangkat Desa Noenoni dan Ibu-ibu Peserta Pelatihan Batik
Kegiatan selama lima hari ini dibimbing oleh praktisi, yang juga pemilik Batik Gandring Malang, Syaiyuri. Dia mengajarkan peserta mulai dari teknik menggambar pola, mencanting, pewarnaan, hingga pasca produksi. Dia berharap selepas pelatihan, masyarakat Noenoni bisa memulai membentuk kelompok usaha Batik mandiri dibawah koordinasi kepala desa dengan bimbingan Diskoperindag TTS.

Tim Doktor Mengabdi UB, diwakili oleh Syariful Muttaqin, M.A, dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat UB dalam meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat TTS dan mengubah mindset masyarakat dari mencari pekerjaan, menjadi menciptakan pekerjaan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Noenoni sangat berkomitmen membangun ekonomi masyarakat dengan menggerakkan warga mengikuti pelatihan membatik khas TTS. Dia berharap pelatihan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi anak-anak tamat atau putus sekolah dan ibu-ibu usia produktif sehingga mereka mampu membantu perekonomian keluarga.

Dengan meningkatnya pendapatan keluarga akan mampu memberikan peningkatan gizi dan makanan sehat bagi keluarga serta membantu biaya pendidikan anak anak sampai SMA bahkan sampai perguruan tinggi.

Pihak UB dalam pelatihan ini memfasilitasi dengan menyediakan seluruh peralatan mulai dari batik tulis, batik cap, dan batik jumput dengan harapan setelah pelatihan ini masyarakat bisa langsung membentuk kelompok pengrajin batik pertama di TTS. Seorang peserta pelatihan, Yayuk berharap pelatihan ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. [Syariful Muttaqin, M.A/DT/MSH/PSIK FIB/Humas UB)

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID