Prasetya Online

>

Berita UB

FIB UB Mendorong Kreator Muda di Era Digital

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafib pada 15 Maret 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 462

KASKUS Kreator di FIB
KASKUS Kreator di FIB
Rabu (14/3/2018), laman forum komunitas daring terbesar se-Indonesia, KASKUS, bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Diksasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) mengadakan acara bertajuk Kreator Muda di Era Digital yang diisi oleh beberapa pemateri seperti: WN Naufal yang merupakan penulis buku 100 Tahun Setelah Aku Mati; Ewing HD, content creator di platform Youtube; dan  juga salah satu dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Wahyu Widodo, M.Hum.

Acara yang memperkenalkan forum baru dari Kaskus yang dinamakan KASKUS Kreator ini mengajak para peserta, yang merupakan seluruh mahasiswa aktif Prodi Diksasindo untuk mengetahui lebih lanjut tentang dunia kreatif di era digital. Acara yang bertempat di Aula Gedung A FIB UB ini penuh peserta. Acara ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Dekan FIB UB, Prof. Dr. Agus Suman, SE., DEA. Dengan sukacita, beliau menyampakan rasa terima kasih dan harapannya untuk FIB sehubungan dengan diadakannya acara ini.

Selama ini, KASKUS digunakan bagi siapa saja yang ingin menemukan berbagai bentuk informasi dan hobi. Di sini, pengguna bisa membentuk forum dan berdiskusi mengenai bidang dan pengetahuan yang mereka minati. Sebagai terobosan terbaru, tahun lalu, KASKUS mencetuskan KASKUS Kreator yang diperuntukkan untuk anak-anak muda yang senang menulis dan membuat konten.

Pembicara di awal acara juga menjabarkan tips dan trik agar bisa meraih kesuksesan di KASKUS Kreator dengan menulis topik yang berkualitas dan menarik, membebaskan diri sendiri dalam berekspresi, serta jangan ragu untuk terus aktif dan menjaga diskusi.

Pencetusan KASKUS Kreator dilatarbelakangi oleh beberapa kisah sukses dari para pengguna KASKUS yang berhasil menghasilkan tulisan yang bahkan dibaca sampai jutaan kali. Pemateri juga memberikan dorongan kepada para peserta untuk juga dapat mengembangkan diri dengan membuat konten kreatif.

Hal ini juga sejalan dengan materi yang disampaikan oleh Wahyu Widodo, M.Hum. yakni bagaimana caranya menyesuaikan diri di bidang tulis-menulis di era modern seperti sekarang ini. Wahyu berharap para generasi muda dapat terus mengembangkan diri dan menyesuaikan zaman, karena jika tidak, bisa dengan mudah digerus oleh perkembangan zaman. [Ikrima/DT/MSH/PSIK FIB/Humas UB] 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID