Prasetya Online

>

Berita UB

FH Adakan Student Exchange "2017 Law & Culture"

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 13 Desember 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 1046

Student Exchange 2017: Law and Culture
Student Exchange 2017: Law and Culture
Sejak tahun 2010, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FHUB) telah menjalin kerjasama akademik dengan Universitas Leipzig di Jerman. Sebagai bagian dari kerjasama yang telah dijalin antara Universitas Leipzig dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di tahun 2017, maka diadakan Program Law and Culture atau pertukaran dosen dan mahasiswa. Kegiatan tersebut diadakan dalam tiga rangkaian acara, yaitu dua minggu di Leipzig, dua hari di UNJ dan terakhir satu minggu di Universitas Brawijaya.

Kegiatan yang didanai oleh FHUB dan DAAD (German Academic Exchange Service) melibatkan  tiga dosen dan lima mahasiswa selama 14 hari (16-26/10/2017) di Leipzig, Jerman. Kegiatan pertama diisi dengan perkuliahan, seminar, focus group discussion, dan berbagai kunjungan.

Dosen yang terlibat dalam program ini yaitu Dr. Aan Eko Widiarto dan Adi Kusumaningrum. Sedangkan untuk para mahasiswa yaitu Tasya Ester Loijens (2015), Farah Salsabila (2015), M. Faisal Haris (2015), Revi Sabilia (2014), dan M. Akbar Nursasmita (2014).

Minggu pertama di Leipzig para mahasiswa dan dosen dari UB, UNJ, dan Universitas Leipzig dibagi menjadi empat kelompok (working groups) dengan topik-topik yang menjadi bahan diskusi, antara lain "Law and Discourses: Concerning the Protection of Life", "Law and Religion: Privileges and Exemptions", "Law and Crime: Offenses against Sexual Determination", and "Law and Environment: Water as a Public Good".

Tugas dari setiap kelompok adalah menentukan secara jelas sub-topik yang akan menjadi konsentrasi dalam setiap diskusi yang akan dipresentasikan di depan semua dosen dan peserta program di Malang. Disamping itu, ada juga perkuliahan tentang Introduction to Method of Law, introduction to Methods of Cultural Sociology, Lecture concerning the Case of Ahok oleh Dr. Aan Eko Widiarto, dan seminar yang memperkenalkan Proyek Penelitian dari Pak Ali dan Pak Mukhtiono.

Kegiatan juga diisi dengan Workshop yang diselenggarakan untuk para mahasiswa tentang Kepenulisan Akademik, kunjungan ke Federal Administrative Court (Pengadilan Administrasi Federal) dan Regional Court of Leipzig (Pengadilan Tinggi Negeri).

Minggu kedua dimulai dengan Teaching and Learning Laboratory dengan metode baru yang disebut "fishbowl" yang diterapkan kepada seluruh mahasiswa dan dosen, kunjungan ke Juvenile Prison (Lembaga Pemasyarakatan/Penjara Anak), Helmholtz Center for Environmental Research (Pusat Penelitian Lingkungan Helmholtz), and the Youth Psychiatry (Pusat Psikologi Pemuda). 

Universitas Negeri Jakarta.


Di bulan Desember ini adalah kelanjutan sesi kedua dan ketiga dari Law and Culture dengan tuan rumah adalah UNJ. Kegiatan ini berlangsung dua hari (13-14/12/2017).

Dalam sesi kedua program ini terdapat dua kegiatan utama, yaitu kunjungan ke Kementerian Agama Republik Indonesia dimana semua dosen dan delegasi disambut dengan hangat dan dilanjutkan dengan presentasi serta sesi tanya jawab oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Dr. Hasbi Hasan, dan kegiatan selanjutnya yaitu sebuah Diskusi yang dibawakan oleh Marco Kusumawijaya, pendiri Pusat Studi Perkotaan RUJAK (Ruang Jakarta).

Universitas Brawijaya, Malang


Dalam sesi ketiga program Law and Culture ini, para delegasi baik dari UB, UNJ, maupun Universitas Leipzig mempersiapkan diri sendiri secara pribadi maupun kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja keras mereka dalam kelompok kerja selama program berlangsung. Hal tersebut diakomodasi dengan agenda kelompok kerja yang lebih banyak dan efektif di Malang.

Kunjungan dilakukan ke Female Prison (Lembaga Pemasyarakatan Wanita) Kelas IIA Malang di Sukun, yang diakhiri dengan kelompok kerja dan sesi reflection (renungan) kunjungan tersebut.

Dalam kelompok kerja yang telah dibagi sebelumnya, sub-tema yang dipilih, dipresentasikan dan pada akhirnya didiskusikan antara lain Law and Discourses: Concerning the Protection of Life" membahas tentang Aborsi; "Law and Religion: Privileges and Exemptions" memfokuskan topik pembahasan pada Libur Nasional Keagamaan yang mencerminkan hubungan antara Agama dan Negara; "Law and Crime: Offenses against Sexual Determination" tentang Sexual Harassment atau Pelecehan Seksual.

Pada hari terakhir Minggu, delegasi melakukan perjalanan ke Perkebunan Teh di Lawang dan makan malam perpisahan. [afd/humas]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID