Prasetya Online

>

Berita UB

FGD Peningkatan Kinerja Dosen Pembimbing Akademik FILKOM UB

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaPTIIK pada 25 Agustus 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 120

Pemateri Internal Wiwin Lukito Hadi dalam diskusi FGD Peningkatan Kinerja Dosen Pembimbing Akademik
Pemateri Internal Wiwin Lukito Hadi dalam diskusi FGD Peningkatan Kinerja Dosen Pembimbing Akademik
Untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh dan meningkatkan keterampilan dosen Pembimbing Akademik (PA) dalam menjalankan tugasnya, maka Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Sabtu (12/8/2017). Dalam kesempatan tersebut terdapat tiga pemateri diundang untuk hadir, terdiri atas satu pemateri internal dan dua pemateri pakar eksternal. Mereka adalah Wiwin Lukitohadi, S.H, S.Psi, CHRM selaku pemateri internal sekaligus staf bagian kemahasiswaan dan bimbingan konseling FILKOM UB, Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd dan Irene Maya Simon, M.Pd keduanya merupakan pemateri pakar eksternal yang juga menjabat sebagai konselor Pusat Pengembangan Bimbingan dan Konseling Lembaga Pengembangan Pendidikan Pembelajaran, Universitas Negeri Malang (P2BKM LP3-UM).

Acara inti diawali dengan pemaparan Wiwin mengenai kondisi pembimbingan akademik yang selama ini diterapkan di FILKOM UB. Dijelaskan bahwa rata-rata masa studi mahasiswa FILKOM saat ini adalah 4,5 tahun, dimana seharusnya masa studi normal mahasiswa S1 adalah 4 tahun. Beberapa hal yang dideteksi sebagai penyebab masalah tersebut adalah mahasiswa malas dalam menyelesaikan skripsi (58%), mahasiswa kesulitan mengelola waktu dalam menyelesaikan skripsi (50%), mahasiswa takut bimbingan bila belum revisi dan mahasiswa memiliki permasalahan pribadi yang menghambat dalam menyelesaikan skripsi (47%). Selama ini penanganan permasalahan mahasiswa kritis yang sudah berada di akhir masa studinya telah diupayakan dengan bantuan bimbingan konseling individu dan kelompok oleh bagian bimbingan konseling FILKOM UB.

Setelah paparan tersebut, kemudian giliran pemateri eksternal yang berbagi informasi dan pengetahuan pada peserta FGD yang hadir. Yuliati memberikan paparan materi tentang peran dosen PA dalam pelayanan kepenasehatan akademik dan non akademik serta layanan sistem blended.

Yuliati mengatakan bahwa dosen PA adalah dosen yang  ditunjuk dan diserahi tugas membimbing sekelompok mahasiswa yang bertujuan  untuk membantu mahasiswa dalam  merancang, melaksanakan dan  menyelesaikan studinya seefisien mungkin sesuai dengan kondisi dan  potensi individual mahasiswa. Adapun peran dosen PA meliputi lima hal yaitu sebagai narasumber terutama tentang proses pembelajaran, pembimbing/pendamping mahasiswa dalam perencanaan studi, penasihat yang memberikan arahan, saran atau nasihat pada mahasiswa dalam menangulangi masalah belajarnya, motivator yang memberikan dorongan dan membangkitkan semangat mahasiswa untuk mengembangkan potensi positif pribadinya, serta model yang memberikan teladan sebagai seorang pendidik profesional.   

Pemateri lain Irene Maya Simon berbagi pengetahuan mengenai kompetensi yang harus dimiliki dosen PA yaitu keterampilan dasar komunikasi dalam kepenasehatan akademik dan keterampilan pemberian bantuan pemecahan masalah mahasiswa.

Dia mengatakan bahwa komunikasi adalah prasyarat bagi kehidupan manusia. Dalam hasil penelitian diketahui bahwa Individu menghabiskan 70% dari waktunya untuk berkomunikasi baik melalui menulis, membaca, berbicara maupun mendengar.

Komunikasi sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Komunikasi yang buruk merupakan sumber konflik antar personal. Selain itu, betapapun hebatnya sebuah ide tidak akan berguna hingga dapat disampaikan dan dipahami orang lain. Dosen PA perlu memiliki kompetensi dalam melakukan komunikasi efektif.

Dalam komunikasi efektif terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu pertama yang melibatkan kepekaan, emosi dan kontak mata, kedua pengertian yang mempertimbangkan perasaan dan pikiran komunikan, ketiga kesediaan menerima yaitu kemudahan memperoleh informasi yang benar dan mau mempertimbangkan pendapat orang lain, keempat tindakan meliputi kesediaan memberikan informasi, menjaga dan membatasi pembicaraan serta pekerjaan, kelima faktor pribadi meliputi keterbukaan, keluwesan, rasa senang berbicara dan bekerja dengan orang lain, serta keenam perhatian terhadap aspek para bahasa saat berkomunikasi meliputi nada, volume dan penekanan. [dina/Humas UB]

 

 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID