Prasetya Online

>

Berita UB

FGD Peningkatan Daya Saing Indonesia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 23 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 77

FGD Dihadiri Oleh Perwakilan Berbagai Elemen Masyarakat di Wilayah Malang
FGD Dihadiri Oleh Perwakilan Berbagai Elemen Masyarakat di Wilayah Malang
Kantor Staf Presiden (KSP), Staf Khusus Presiden (SKP) dan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Bertajuk Kinerja Empat Tahun Jokowi-JK Untuk Peningkatan Daya Saing Indonesia. Diskusi yang diadakan di Guest House UB, Kamis (22/11/2018) dihadiri oleh perwakilan berbagai elemen masyarakat di wilayah Malang.

Pemateri pertama Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo Septriana Tangkary memaparkan tentang sejauh mana daya saing Indonesia.

Menurut Septriana, untuk meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia, pemerintah Indonesia melalui Kominfo sedang melakukan pembangunan infrastruktur teknologi informasi di berbagai daerah mulai dari Sabang sampai Merauke dan masyarakat 3T.

Salah satu upaya yang dilakukan contohnya dengan menggalakkan gerakan 1000 startup di sepuluh kota di Indonesia. Gerakan tersebut gratis bagi ribuan anak Indonesia dalam membuat Start Up berkualitas.

"Tujuannya untuk memunculkan lebih banyak start up baru yang diharapkan bisa menjadi the next unicorn seperti halnya Gojek, Tokopedia, Traveloka atau Bukalapak," papar Septriana.

Pemateri kedua Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis Kantor Staf Presiden Yanuar Nugroho mengatakan pengembangan sumber daya manusia merupakan kunci dalam daya saing sebuah negara. Selain kesiapan infrastruktur yang sudah ada. Ia mencontohkan program vokasi di dunia pendidikan, yang berhasil mendirikan sekolah menengah kejuruan baru.

"Pembangunan ekonomi dan peningkatan daya saing selain melalui ekonomi kreatif juga dengan mengembangkan potensi pariwisata Indonesia sebagai sumber devisa utama. Pariwisata saat ini menjadi primadona yang statistiknya terus naik dan memberikan kontribusi besar dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi bangsa. Dan karena sumber daya manusia menjadi kunci untuk peningkatan daya saing, maka semuanya harus dilakukan simultan dengan penguatan pendidikan vokasi,"kata Yanuar.

Dia menegaskan bahwa pemerintah bekerja dengan kerangka regulasi, kerangka institusi dan kerangka substansi-implementasi.

Beberapa peserta diskusi berpendapat bahwa pembangunan infrastruktur di bidang teknologi informasi justru membuat semakin banyaknya berita hoax yang tidakdimonitor oleh Kemkominfo. Banyak dari generasi muda yang tidak memfilter setiap informasi yang didapat dari internat. Mereka juga mengusulkan agar setiap kebiajakan pelatihan yang dibuat oleh pemerintah harus benar-benar dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari pelatihan hingga pemasarannya. [Oky Dian/Humas UB]

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID