Prasetya Online

>

Berita UB

FGD BAPPEDA - UB, Bahas Permasalahan Pembangunan Ekonomi Jawa Timur

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 16 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 1527

Rektor UB Prof Nuhfil Bersama BAPPEDA
Rektor UB Prof Nuhfil Bersama BAPPEDA
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Universitas Brawijaya menyelanggarakan Forum Group Discussion (FGD) tentang Inventarisasi Permasalahan Pembangunan Ekonomi (Road Show Campus) pada Selasa (9/10/2018).

Acara yang dipusatkan di Gedung Rektorat Lantai 8 tersebut dihadiri oleh puluhan akademisi di lingkungan UB. Hadir sebagai pemateri Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama UB, Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S, Dekan FEB UB, Nurkholis SE, M.Buss(ACC)., Ak., PhD, Dekan FPIK UB, Prof. Dr. Happy Nursyam, MS, dan Staf  Wakil Dekan I Bidang Akademik FP UB, Dr. Sujarwo SP, MP, MS.

Rektor Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS mengaku senang dalam menyambut diskusi kali ini. Dia berharap perguruan tinggi dapat mengambil peran yang membantu memecahkan permasalahan di Jawa Timur.

"Semoga diskusi ini tidak sekali saja, dan saya berharap semoga kedepan pihak Bappeda ada kegiatan yang mengajak perguruan tinggi dalam mengambil peran sesuai keahlian yang menjadi andalan dari Fakultas kami untuk mencari solusi dalam pemecahan masalah sehingga dapat membantu Jawa Timur,"kata Prof. Nuhfil

Sementara Kepala Bidang Ekonomi Ir. Arief Tri Hardjoko, MT menyampaikan tujuan diadakannya diskusi ini untuk menginventarisir berbagai permasalahan pembangunan ekonomi dan rekomendasi alternatif kebijakan dari kalangan akademisi sebagai bahan Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah RPJMD 2019 - 2024 Jawa Timur.

"Dalam menindak lanjuti terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur pada tanggal 29 juni 2018 lalu, maka RPJMD harus sudah ditetapkan, agar tersusun dokumen perencanaan yang komprehensif dan solutif terhadap berbagai permasalahan yang ada di Jawa Timur yang sesuai dengan tuntutan perkembangan nasional, regional, maupun global, maka perlu menghimpun masukan dari berbagai kalangan, termasuk dari akademisi" jelasnya.

Lebih lanjut Arief mengatakan bahwa pembangunan ekonomi di Jawa Timur telah menunjukkan hasil yang cukup baik. Terbukti dengan terjadinya beberapa peningkatan ekonomi di berbagai bidang seperti kinerja ekspor, impor dan investasi pada tahun 2018 dibandingkan dengan tahun 2017. Tetapi pembangunan harus tetap dioptimalkan karena kemiskinan dan pengangguran masih ada dan harus terus diupayakan solusinya.

"Pembangunan harus dioptimalkan melalui integrasi dan sinergi beberapa sektor pembangunan diantaranya sektor pertanian, perindustrian, perdagangan, penanaman modal, koperasi, UPM dan sektor pariwisata", imbuhnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Dr. Ir. Sasmito Djati menjelaskan beberapa upaya dalam pengoptimalan di sektor pertanian, perindustrian, perdagangan, penanaman modal, koperasi, UKM dan sektor pariwisata di era revolusi industri 4,0 salah satunya melalui "Making Indonesia 4,0" yang digagaskan oleh Kementerian Perindustrian.

"Ada sektor utama yang telah dipilih sebagai sektor fokus untuk "Making Indonesia 4,0" adalah makanan & minuman, tekstil & busana, otomotif, kimia, dan elektronik. Langkah aksi yang dapat dilakukan yaitu memberikan insentif teknologi, mengadakan roadshow yang menyasar kepada manufaktor global terkemuka, peningkatan pendidikan vokasi, pembentukan pusat inovasi untuk teknologi 4,0, show case, percobaan peningkatan produktivitas, dukungan untuk UMKM seperi E-commerce dan pendanaan teknologi untuk UMKM", papar Sasmito. [Rinda/Dinda/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID