Prasetya Online

>

Berita UB

Ekonomi Pancasila sebagai Solusi Sistem Ekonomi Indonesia

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 15 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 61

Dr. Arif Budimanta selaku Wakil Ketua Komisi Ekonomi dan Industri Nasional saat Seminar Ekonomi Pancasila
Dr. Arif Budimanta selaku Wakil Ketua Komisi Ekonomi dan Industri Nasional saat Seminar Ekonomi Pancasila
Ketimpangan ekonomi adalah sesuatu yang nyata, akan tetapi, dengan semangat Ekonomi Pancasila, Indonesia dapat menuju sistem ekonomi yang berkeadilan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Arif Budimanta selaku Wakil Ketua Komisi Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) dalam Seminar Nasional Ekonomi Pancasila yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya Kamis (3/5/2018).

Membuka acara, Ketua Panitia kegiatan, Prof. Khusnul Ashar, SE., MA menjelaskan kegiatan ini sebagai sosialisasi kepada mahasiswa. "Karena kapitalisme semakin mengancam segi kehidupan, maka sudah waktunya kita lihat kembali Ekonomi Pancasila dengan perspektif terkini", terangnya.

Menurut Arif Budimanta, pembangunan perekonomian dengan prinsip utama keadilan melalui sistem Ekonomi Pancasila merupakan keniscayaan yang harus dijunjung pemerintah untk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. "Hal ini sesuai dengan cita-cita luhur para pendiri bangsa, seperti tertuang dalam Undang-Undang Dasar Negara dan Pancasila", jelasnya.

Tantangan terbesar, menurut Arif, dalam implementasi Ekonomi Pancasila adalah masih tingginya ketimpangan. 'Data Lembaga Penjamin simpanan (LPS) per Februari 2018 menyebutkan bahwa 56.7 persen total simpanan di perbankan Indonesia terkonsentrasi pada 250.548 rekening atau 0,10 persen total rekening di perbankan. Ketimpangan itu nyata, akan tetapi dengan semangat Ekonomi Pancasila, kita semua bisa menuju sistem ekonomi yang berkeadilan", terang Arif.

Untuk mewujudka sistem ekonomi ini, jelasnya, dibutuhkan lima pilar penting. "Lima pilar ini antara lain pembangunan ekonomi yang berorientasi keadilan, kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara, pemerataan pembangunan, persatuan bangsa dan pemenuhan hak sosial rakyat", terangnya.

Bertindak selaku pembanding dalam seminar ini, adalah Prof. Munawar Ismail, SE., DEA. "Sistem ekonomi adalah cara yang sifatnya konsepsional dan normatif berlandaskan nilai-nilai. Sedangkan teori ekonomi adalah penjelasan atas fenomena ekonomi. Maka, sistem ekonomi lebih mendasar dibanding teori ekonomi karena mengakar pada nilai kehidupan yang dianut", jelasnya.

Pancasila, imbuh Munawar, berdasarkan nilai ketuhanan dan kebersamaan, maka terlahir sistem ekonomi kekeluargaan, sistem politik musyawarah dan sistem sosial gotong royong. "Hal in sebagaimana cita-cita pendiri bangsa", pungkas Munawar.[vicky]

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID