Prasetya Online

>

Berita UB

Educard, Tugas Akhir Mata Kuliah Berbuah Medali Emas pada I-SAIID 2019

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafib pada 18 April 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 791

Ahmad Faatihul (Pebasis 2015) bersama Nahdliyatul (Sastra Inggris 2016), dan Muhammad Sahal (Program Vokasi)
Ahmad Faatihul (Pebasis 2015) bersama Nahdliyatul (Sastra Inggris 2016), dan Muhammad Sahal (Program Vokasi)

Menjadi kreatif untuk beberapa orang tidak harus berpikir keras. Bahkan tugas kuliah pun bisa menjadi bahan untuk dikembangkan sesuai dengan imajinasi dan mengikutsertakannya dalam sebuah kompetisi berskala internasional. Hal itu pula yang dilakukan oleh para mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB). Mereka mendapatkan medali emas (Gold Medal) pada International Student Affairs Invention, Innovation, and Design Competition (I-SAIID) 2019 yang berlangsung di Universiti Teknologi Mara (UiTM), Cawangan Kedah Malaysia.

Ahmad Faatihul (Pebasis 2015) bersama Nahdliyatul (Sastra Inggris 2016), dan Muhammad Sahal (Program Vokasi) mengikuti I-SAIID 2019 dengan membawa project mereka yang diberi nama Educard: The Solution to Learn Grammar Easily. Educard sebenarnya merupakan hasil dari pengembangan media ajar dari mata kuliah Instructional Media yang diikuti Fatih bersama rekan satu kelompoknya.

Cara penggunaan kartu ini adalah menyusun kartu sampai menjadi satu kalimat berdasarkan tenses. "Cara bermainnya mirip seperti roleplay poker," jelas Fatih. Mendapatkan ijin dari rekan-rekannya, Fatih kemudian mengembangkan dan mengikutkannya dalam I-SAIID 2019. Dalam penjurian, Educard mendapatkan banyak saran dari para juri untuk pengembangan lebih lanjut.

Mendapatkan medali emas, Fatih mengungkapkan rasa syukurnya. "Alhamdulillah, saya sangat bangga dan senang. Bahkan saya masih belum percaya kalau Educard ini bisa mendapatkan Gold Medal," katanya.

Lebih lanjut, Fatih mengungkapkan langkah berikutnya bersama Educard. Salah satunya setelah melakukan beberapa pengembangan, mereka berencana mengikutkan kembali dalam kompetisi berskala internasional. "Dan apabila sudah memenuhi standar kelayakan sebagai media pembelajaran, kami akan komersilkan di institusi pendidikan atau siapapun yang mau menggunakan," kata Fatih.

I-SAIID adalah sebuah ajang kompetisi internasional yang mewadahi inovator lokal maupun internasional untuk bertemu, memamerkan, dan mempromosikan penemuan ataupun produk baru yang memberi keuntungan untuk kesejahteraan dan perkembangan mahasiswa. (PS.PBIng/DT/PSIK FIB) 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID