Prasetya Online

>

Berita UB

ENJ UB di Pulau Kakatua Menuai Banyak Pelajaran

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh oky_dian pada 20 September 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 490

Tim ENJ UB
Tim ENJ UB
Pulau Masakambing merupakan salah satu pulau terpencil di provinsi Jawa Timur, tepatnya di daerah Kepulauan Masalembu, Kab Sumenep. Pulau yang terletak di antara Pulau Madura dan Kalimantan ini memiliki keistimewaan karena menjadi habitat terakhir Burung Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea abbotti).

Pada tanggal 9 Agustus 2018 lalu, 25 mahasiswa dari berbagai fakultas di UB telah berangkat ke Pulau Masakambing untuk menuntaskan beberapa misi, salah satunya adalah Observasi Flora dan Fauna yang terdapat di pulau tersebut. Misi ini dikemas dalam sebuah ekspedisi bernama Ekspedisi Nusantara Jaya.

Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) sendiri merupakan salah satu program dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia yang mengikutsertakan para pemuda untuk lebih menggali potensi kemaritiman di Indonesia khususnya untuk pulau-pulau terpencil. Potensi-potensi ini kemudian digali melalui 11 program, 1 diantaranya dilaksanakan di Pulau Masakambing, seperti Relokasi Rumah Baca Kakatua Brawijaya, Generasi Cemerlang Masakambing, Sekolah Kepemimpinan dan Kemaritiman Brawijaya, Aktivitas Ruang Bersama, Semarak Kemerdekaan, Pasar Murah, dan Kawasan Rumah Pangan Lestari.

Pasar Murah dalam ENJ 2018
Pasar Murah dalam ENJ 2018
Kegiatan tersebut merupakan program yang bertujuan membuat masyarakat lebih mandiri dalam penyediaan bahan pangan khususnya sayur sayuran. Tim ENJ mengajarkan pada masyarakat khususnya ibu ibu PKK bagaimana menanam dan merawat tanaman yang baik, observasi flora, fauna, dan budaya, mensosialisasikan kepada penduduk bagaimana proses pengemasan yang baik untuk produk unggulan desa serta Pentas Pamit.

Tidak hanya kesuksesan program yang diincar, tapi juga jalinan batin antara tim ENJ UB 2018 dengan masyarakat lokal. Banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang didapatkan oleh tim selama 17 hari tinggal di pulau tersebut. Seperti yang diungkapkan oleh Fadillah Ayu Tya.

Baginya, ENJ memberikan banyak pengetahuan terutama dalam berkomunikasi dengan masyarakat luas.

"Bagi saya ENJ merupakan laboratorium masyarakat yang memberikan pelajaran untuk lebih memahami masyarakat itu sendiri. Selain itu, lewat program tersebut saya juga belajar bagaimana perkembangan spesies endemik pulau masa kambing yaitu burung kakaktua,"katanya.

Hasil penggalian potensi dan perjalanan yang terdapat di Pulau Kakatua ini nantinya akan dirangkum dalam bentuk Ensiklopedia atau CD yang berisi kearifan lokal dari Pulau Masakambing dan beberapa dokumentasi selama ekspedisi. Harapannya, publikasi yang dilakukan dapat lebih mengenalkan Pulau Masakambing.[Iqbal/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID