Prasetya Online

>

Berita UB

EM UB-Poltracking Institute Ajak Mahasiswa Kenali Capres 2014

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 07 November 2013 | Komentar : 0 | Dilihat : 3508

Dialog Kebangsaan : Dari Kampus untuk Mencari Pemimpin Negeri
Dialog Kebangsaan : Dari Kampus untuk Mencari Pemimpin Negeri
Untuk menekan angka golput di tingkat mahasiswa, Kementrian Kebijakan Publik, Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya, bekerja sama dengan Poltracking Institute mengadakan Dialog Kebangsaan : Dari Kampus untuk Mencari Pemimpin Bangsa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (6/11) bertempat di Gedung Olahraga Pertamina-Universitas Brawijaya.

Dialog Kebangsaan ini, menurut Ria Lestari Baso, Ketua Pelaksana, ditujukan untuk menjadikan mahasiswa sebagai pemilih cerdas. "Kegiatan ini untuk menekan jumlah mahasiswa yang golput dan mengajak mahasiswa untuk menjadi pemilih cerdas dan mengenalli calon pemimpin masa depan", tuturnya saat ditemui PRASETYAOnline.

Acara ini, menurut Ria, mengkombinasikan antara uji public dan talkshow. "Pemateri akan presentasi visi dan misi selama lima belas menit masing-masing, dan dilanjutkan dengan talkshow dipandu oleh Hanta Yudha, Direktur Utama Poltracking Institute", tambahnya.

Presiden EM UB, M. Rizky Kurniawan, menyatakan keprihatinannya terhadap krisis kepemimpinan di Indonesia. "Indonesia belum merdeka. Melalui acara ini, saya berharap para calon pemimpin tahun 2014 bisa berani terhadap asing dan bisa membela negara. Pemilih muda jangan menutup mata, dialog ini bisa menjawab pemimpin Indonesia yang cocok", ujarnya saat memberi sambutan.

Menurut Hanta Yudha, dialog ini untuk menggeser budaya demokrasi menjadi lebih terbuka. "Disini kita bisa menilai kapabilitas, visi, misi dan presentasi, juga untuk mendidik masyarakat untuk peningkatan kualitas demokrasi dan menambah kualitas calon pemimpin bangsa", jelasnya.

Dialog Kebangsaan ini merupakan kegiatan yang telah dilaksanakan di enam kampus lain, salah satunya di Universitas Brawijaya. Kegiatan ini menghadirkan Jenderal TNI Dr. H. Wiranto, SH dari Partai Hanura yang didapuk sebagai calon presiden lama, Muhammad Anis Matta, LC, presiden Partai Keadilan Sejahtera sebagai calon presiden muda dan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan sebagai calon presiden dari daerah. [vicky]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID