Prasetya Online

>

Berita UB

EM UB Juga Skeptis, Gali Informasi Bentuk Pokja

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1821

Tak hanya anggota senat Unibraw saja yang meragukan perubahan status menjadi PT BHMN. Eksekutif Mahasiswa (EM) Unibraw pun cukup skeptis terhadap rencana tersebut. Meskipun telah disosialisasikan berkali-kali, namun EM Unibraw mengaku belum jelas konsepnya.
Hal itu dilontarkan Presiden EM Unibraw Trio Agus Purwono kepada Radar di kampus setempat. Menurut Trio, pihak EM masih belum jelas mengenai konsep PT BHMN yang sesungguhnya. "Selama sosialisasi dilakukan oleh kampus, yang disodorkan hanya konsep yang indah-indah saja, kami pun merasa belum jelas. Jadi sosialisasi yang diberikan oleh kampus terkesan sangat berlebihan," ujar mahasiswa teknik pertanian angkatan 2000 ini.
Dikatakan, EM Unibraw akan terus menggodok konsepnya dari sisi baik maupun buruknya. Untuk itu, pihak EM membentuk Pokja khusus PT BHMN yang saat ini masih aktif menggali informasi seputar PT BHMN. "Tidak hanya secara konsep undang-undang Sisdiknas maupun rancangan UU BHP (Badan Hukum Pendidikan) saja yang kami bahas. Namun, kami juga turun langsung menggali informasi tentang PT BHMN yang telah berjalan di empat kampus (UI, UGM, IPB dan ITB)," ungkapnya.
Yang jelas, lanjut Trio, pihak EM Unibraw tetap mengkritisi dan mengkaji seputar status BHMN. Nantinya, pihak mahasiswa akan mengajukan kontrak kepada kampus memberikan jaminan bahwa PT BHMN tetap akan berpihak kepada mahasiswa, bukan malah membebankan mahasiswa sebagai konsumen pendidikan yang dilaksanakan.
Dalam pokja yang telah dibentuk itu, lanjut dia, mahasiswa terus akan menggali informasi seputar PT BHMN yang seobjektif mungkin dan pihak EM tidak mau terjebak dalam konsep saja. Khususnya, masalah SPP naik, pembukaan jalur khusus dan sebagainya.
"Pernah, dalam suatu acara sosialisasi, kami pun sempat disodori untuk memberi masukan seputar AD/ART PT BHMN dari pihak kampus. Namun, kami menolak. Kami tidak mau digiring untuk menyetujui PT BHMN, sebelum kami paham betul mengenai sisi baik maupun buruknya PT BHMN," paparnya. (lia)
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=84071&c=88

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID