Prasetya Online

>

Berita UB

E-Cands, Terapi Anti Resisten Bakteri

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh vicky.nurw pada 10 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 199

Tim E-Cands
Tim E-Cands
Familiar dengan isilah demam tifoid? Penyakit ini paling sering dialami oleh masyarakat umum. Dikenal dengan nama tipes, penyakit ini sering diderita oleh rata-rata orang Indonesia. Yang menjadi kekhawatiran tenaga medis adalah, meski sudah banyak obat atau antibiotik yang beredar, belum mampu melawan bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini.

Oleh karena itu, tiga orang mahasiswa Universitas Brawijaya dari Fakultas Kedokteran menemukan terapi yang mencegah bakteri tifoid menjadi kebal atau resisten. Aminah Rahmayani Hasibuan, Ihsanul Fikri serta Gerry Rinaldi menggunakan jamur dari dalam tubuh manusia untuk melawan bakteri Salmonella Typhi sebagai penyebab tipes.

Dibawah bimbingan dari Dr. Dra. Sri Winarsih., M. Si., Apt, kelompok ini membuat obat yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh dengan menurunkan kadar TNF-α (protein penyebab demam tinggi pada tipes) dan meningkatkan INF-γ (protein yang dapat mengaktifkan makrofag untuk membunuh bakteri). Obat ini tidak akan menginduksi resistensi bakteri karena tidak bekerja secara langsung terhadap bakteri melainkan bekerja terhadap sistem imun tubuh dan dapat mengatasi demam sekaligus membunuh bakteri.

Kelebihan terapi E-Cands antara lain tidak mengakibatkan resistensi terhadap bakteri. Selain itu juga berasal dari jamur floranormal dalam tubuh, dapat mengatasi demam sekaligus membunuh bakteri serta dapat membantu pemerintah mengatasi masalah resistensi antibiotik. [e-cands/vicky] 

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID