Prasetya Online

>

Berita UB

Dukungan Inggris untuk Disabilitas

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh denok pada 27 April 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 980

Kunjungan Dubes UK dan Direktur British Council ke PSLD
Kunjungan Dubes UK dan Direktur British Council ke PSLD
Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, saat berkunjung ke Universitas Brawijaya (UB) pada Selasa (25/04/2017) juga meninjau langsung Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD). Kunjungannya didampingi oleh Direktur British Council Jakarta Paul Smith.

Sekretaris PSLD Slamet Thohari, MA dalam keterangannya menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menjalankan sebuah project bekerjasama dengan British Council. Amex, demikian ia biasa disapa, menerangkan bahwa project tersebut berupa upaya pemetaan kesenian difabel di Indonesia.

Melalui project ini pihaknya ingin membangun nilai seni para seniman difabel di Indonesia. "Banyak seniman difabel dinilai karena rasa kasihan saja, bukan dari nilai seni sesungguhnya," kata dia. "Kalaupun karya seni seorang difabel itu jelek, orang tetap bilang bagus karena rasa kasihan," ia menambahkan.

Upaya membangun nilai seni kaum difabel, menurut dosen sosiologi ini didukung pendanaan British Council untuk pelaksanaan inisiasi program 2017.

Di UB sendiri, ada 10 mahasiswa difabel yang sedang menempuh pendidikan di Program Studi Seni Rupa Murni dari total 80 mahasiswa difabel aktif. Bahkan diantara mereka memiliki bakat seni yang terlatih seperti Fikri yang merupakan pelukis sekaligus pegiat visual grafis. Lebih jauh, pemetaan akan dilakukan di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bali, Bandung dan Makassar.

Menggandeng Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat UB, PSLD juga memiliki program Islam yang ramah difabel. Slamet menyampaikan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk mengumpulkan ulama guna mengkaji perspektif Islam terkait disabilitas. "Setelah para ulama berkumpul, harapannya ada fatwa atau basis agama yang mendorong hak-hak disabilitas," kata Amex. "Misalnya bagaimana hukumnya jika menelantarkan atau menghina kaum difabel," ia menambahkan. Alumni magister dari University of Hawaii ini mengungkapkan bahwa toleransi beragama seperti tempat ibadah yang ramah difabel di Indonesia harapannya bisa diusung ke dunia internasional.

Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, Moazzam Malik, Duta Besar muslim pertama dari Inggris untuk Indonesia juga berkunjung ke Pondok Pesantren Al Hikam Malang, Universitas Negeri Malang serta kampung Inggris di Pare, Kediri.

Wawancara ini dilangsungkan Kamis (27/04/2017) di sela-sela peringatan ulang tahun PSLD kelima yang diperingati setiap tanggal 17 Maret. Perayaan ultah ini sekaligus menjadi momentum lepas kenang Ketua PSLD UB Prof. Sudjito yang telah memasuki usia pensiun per 1 April 2017. [Denok/Humas UB]

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID