Prasetya Online

>

Berita UB

Dukung Pemerintah, Doktor Mengabdi FT Bina Desa Mandiri Energi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFT pada 19 September 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 254

5
5
Program Pengabdian Kepada Masyarakat Doktor Mengabdi (PKM DM) 2018 merupakan salah satu bentuk pengamalan tridharma perguruan tinggi yang dicetus oleh LPPM UB. Tiga dosen Fakultas Teknik UB yang terdiri dari Dr. Runi Asmaranto, ST. MT. (Ketua Pelaksana), DR. Eng. Denny Widhiyanuriyawan, ST. MT., dan Sugiarto, ST. MT., berkolaborasi dengan dosen Fakultas Pertanian Mangku Purnomo, SP., MSi. PhD., memilih dusun Tanah Merah, desa Batur, kecamatan Gading, kabupaten Probolinggo.

Untuk mencapai dusun yang berada di lereng gunung Argopuro ini, tim harus jalan kaki atau naik kendaraan roda dua sejauh 5 kilometer dari pusat pemerintahan desa Batur. Dusun Tanah Merah berpenghuni sekitar 500 KK dan sebagian besar belum menikmati energi listrik dari PLN. Ironinya, dusun ini hanya terpaut beberapa puluh kilometer dari PLTU Paiton. Sebelumnya, desa Batur ini telah menjadi desa binaan UB dalam beberapa program pengabdian masyarakat, seperti BPPM, DM, CSR, dan lainnya.

PKM DM merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan para dosen yang telah bergelar doktor, setara, atau lebih, dengan kolaborasi berbagai disiplin keilmuan sesuai kebutuhan. Sumber dana yang digunakan pada kegiatan ini bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Universitas Brawijaya pada tahun anggaran kegiatan.

4
4
Mengusung judul “Menuju Masyarakat Sejahtera Melalui Penyediaan Energi Mandiri di Daerah Terpencil”, pada hari Minggu, 16 September 2018, tim memberikan sosialisasi dan pelatihan di balai desa Batur. Mengundang beberapa pemuda desa, kegiatan ini nantinya tak hanya menyasar Desa Batur, namun juga desa sekitar yang dilakukan secara bertahap dan bergantian. Harapannya, mereka mampu bertukar pengalaman dan saling mengedukasi tentang keilmuan tersebut.

Sugiarto, MT memberikan materi mengenai sosialisasi biogas dan pemanfaatannya. Sedangkan pemeliharaan dan cara mengatasi masalah terkait biogas disampaikan oleh Dr.Eng. Denny Widhiyanuriyawan.

1
1
"Nantinya setelah mandiri energi, UB akan memberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pada hasil bumi, seperti kopi, pisang, lombok, kubis, kentang, dan lainnya,” jelas Dr. Runi selaku Ketua Pelaksana.

Dengan melakukan kegiatan ini, maka tim Juga turut mendukung program pemerintah untuk membentuk program Kawasan/Desa Mandiri Energi di daerah terpencil yang masih belum dialiri listrik.

Desa Mandiri Energi adalah desa yang dapat menyediakan energinya sendiri, untuk dimanfaatkan dalam aktifitas ekonomi, pemberdayaan masyarakat, membuka lapangan kerja baru dan mengurangi angka kemiskinan, sehingga ketersediaan energi mandiri tersebut mampu mendorong kehidupan masyarakat terpencil semakin sejahtera. Program ini juga didukung dengan program peningkatan kualitas sumber daya masyarakat miskin dengan berbagai jenis pendidikan, pelatihan, pembekalan, dan magang kerja.

3
3
Dalam pelaksanaannya, tim menganalisa permasalahan dan menawarkan beberapa solusi. Diantaranya adalah kapasitas daya PLTMH terbangkit belum optimal dan perlu pembenahan di bagian intake; distribusi listrik dan penataan jaringan belum memenuhi standar penataan jaringan, sehingga perlu penataan ulang dan penggantian kabel jaringan; potensi peternakan sapi potong sangat besar, sedangkan pemanfaatan limbahnya belum optimal, sehingga potensial dikembangkan teknologi biogas untuk mendukung program mandiri energi; aktifitas ekonomi berbasis energi mandiri bersumber PLTMH dan biogas belum ada, sehingga perlu dimulai dengan memberikan bantuan peralatan teknologi pendukung usaha kecil berbasis energi terbarukan.

2
2
Bentuk kontribusi mendasar berupa pembenahan instalasi PLTMH dan jaringannya, serta membangun unit digester biogas yang dapat meningkatkan kapasitas ketersediaan energi mandiri yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam upaya menggerakkan aktifitas ekonomi, pendidikan, energi dan penataan lingkungan.

Rencana luaran yang ditargetkan, yaitu meningkatnya kapasitas PLTMH, dibangunnya unit digester biogas, transfer of technology pembuatan digester biogas secara mandiri oleh masyarakat dan pemeliharaan digester, diperbaikinya sistem jaringan PLTMH dan dimulainya aktifitas usaha Kelompok Masyarakat berbasis PLTMH dan biogas di Tanah Merah.

7
7
Dalam kesempatan yang sama tim menyerahkan/menghibahkan beberapa peralatan penunjang Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan instalasi Digester Biogas kepada Ketua Pengelola PLTMH Tanah Merah, Aan Sugiantoro dan Kepala Desa Batur, Nurdin.
8
8
Barang yang diserahkan antara lain trashrack mikrohidro ukuran 3,3 m x 0,9 m sejumlah 1 unit; tiang lampu penerangan jalan 22 unit; kabel listrik 500 meter; kelengkapan jaringan listrik dan lampu penerangan jalan 1 paket; mesin las listrik 1 unit; Sieler Pemanas; Peralatan Penggoreng; dan 1 unit Biogas beserta instalasi. Setelah sosialisasi dan penyerahan secara simbolis rombongan diantarkan menuju lokasi instalasi biogas. (rhd/yan/mic/Humas UB)

Disadur dari MemoX, terbit hari Rabu, 19 September 2018 hal.8

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID