Prasetya Online

>

Berita UB

Dr Yanuar Nugroho: Jejaring sosial ubah perilaku masyarakat dalam tigapuluh menit

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 21 Februari 2012 | Komentar : 0 | Dilihat : 6280

Dr.Yanuar Nugroho
Dr.Yanuar Nugroho

Jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter saat ini bisa mengubah perilaku kehidupan masyarakat dalam hitungan menit saja.  Seperti saat musibah Merapi, kebutuhan nasi bungkus sebanyak 6000 buah untuk para korban bisa terpenuhi hanya dalam waktu tiga puluh menit. Hal ini terjadi karena digerakan oleh twitter yang isinya membutuhkan 6000 nasi bungkus untuk korban merapi.
“Tidak hanya yang berada di Indonesia, tetapi orang Indonesia yang berada di luar negeri saat membaca twitter tentang kebutuhan nasi bungkus ini langsung tergerak menghubungi saudaranya di Indonesia untuk ikut menyumbang,”
Demikian disampaikan Dr. Yanuar Nugroho kepada puluhan mahasiswa Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (PTIIK UB) dalam Kuliah Tamu bertemakan Social Media Innovations and Civic Engagement In Indonesia, Senin (20/2) di Gedung Dekanat Lantai Dua Fakultas Teknik.
Lebih lanjut Dr. Yanuar menyampaikan Indonesia merupakan negara kedua terbesar dalam penggunaan Facebook dan negara ketiga terbesar dalam penggunaan twitter. Bahkan pengguna Facebook Indonesia sebanding dengan jumlah penduduk Kanada.  Selain itu Indonesia juga merupakan negara yang paling cepat perkembangannya dalam pembangunan Base Transceiver Station (BTS).
“Namun BTS yang ada kebanyakan terpusat di pulau Jawa sehingga terjadi ketidakseimbangan peyebaran teknologi informasi,” papar Peneliti dari Universitas Manchester Inggris itu.
Dr. Yanuar juga menyoroti tentang penggunaan wireless di Indonesia berlebihan karena di negara Eropa, wireless hanya digunakan saat keadaan darurat. Dampak negatif dari penggunaan wireless secara berlebihan menjadikan orang tidak produktif karena ketergantungan pada kecanggihan teknologi.
“Harga yang dibayar atas kecanggihan teknologi adalah kedangkalan,” tegasnya.
Oleh karena itu ia berpesan kepada para mahasiswa untuk tidak sekedar mengikuti perkembangan teknologi tapi harus bisa menghidupi teknologi itu sendiri.
“Saya berharap kalian bisa menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. [arr]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID