Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen Unsam Peroleh Gelar Doktor dengan Mengkaji Model Usaha Sapi Perah di Kota Batu

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh dietodita pada 30 Agustus 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 648

Ujian Disertasi Terbuka Dosen Fakultas Pertanian Universitas Samudra (Unsam) Aceh, Rini Mastuti,S.Pt.,MP
Ujian Disertasi Terbuka Dosen Fakultas Pertanian Universitas Samudra (Unsam) Aceh, Rini Mastuti,S.Pt.,MP
Dosen Fakultas Pertanian Universitas Samudra (unsam) Aceh, Rini Mastuti,S.Pt.,MP memperoleh gelar doktor, setelah melaksanakan ujian disertasi terbuka, Jumat (25/8/2017). Ia tercatat sebagai mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Doktor di Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) angkatan 2010. Dibawah asuhan komisi pembimbing Prof. Zaenal Fanani, Dr. Bambang  Ali Nugroho, dan Hari Dwi Utami, PhD, ia mengkaji model usaha sapi perah berkelanjutan di kota Batu.

Letak kota Batu di dataran tinggi dan dikelilingi pegunungan menjadikan tempat tersebut sebagai kota wisata. Namun membawa dampak yang signifikan pada kehidupan sosial masyarakat dan lingkungan termasuk kondisi susu sapi perah. Dampak positifnya ialah bertambahnya konsumen susu dari wisatawan, sedangkan dampak negatifnya terjadi penurunan jumlah peternakan. Sehingga populasi sapi perah dan produksi susu menurun.

Apabila kondisi ini dibiarkan maka akan mengancam keberadaan dan keberlanjutan usaha sapi perah di Kota Batu. Serta mengganggu fungsi penting usaha sapi perah bagi masyarakat dan menghambat tercapainya swasembada susu nasional.

Menelaah fenomena tersebut, Rini melakukan observasi, dan menemukan fakta bahwa kondisi tersebut disebabkan peternak tidak merasa nyaman menjalankan usaha sapi perah di tengah pemukiman dan area wisata. Sebab kesempatan pekerjaan di bidang wisata yang lebih mudah serta penyempitan lahan untuk hijaun pakan ternak.

Dalam langkah awal penelitian Rini mengkaji preferensi stakeholders dalam mewujudkan usaha sapi perah yang berkelanjutan, lalu menyusun model dan skenario perencanaan. Penelitian dilakukan secara purposive dengan pertimbangan kota Batu merupakan pemasok susu segar bagi industri pengolahan susu di Jawa Timur, dan salah satu wilayah pengembangan sapi perah nasional. Penelitian tersebut termasuk jenis penelitian naturalistik yaitu peneliti merupakan instrumen kunci.

Berdasarkan hasil dan pembahasan ia menyarankan kepada pemerintah kota Batu dan stakeholders untuk mengaplikasikan skenario gabungan pada kebijakan dan program guna mendukung terwujudnya usaha sapi perah yang berkelanjutan, yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan rumput di hutan sebesar 30 % dari total luas hutan, penambahan populasi sapi induk dengan memasukkan ternak betina impor 150 ekor tiap 2 tahun sekali, menerapkan teknologi dan biogas, serta meningkatkan produksi susu pasteurisasi KUD sebesar 30 persen. (dta/Humas UB)

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID