Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen UB menjadi Pembicara Utama dalam Konferensi Internasional HASIB 2012.

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh humas3 pada 18 October 2012 | Komentar : 0 | Dilihat : 3250

Dr. Anton Muhibuddin dan Prof. Ir. Sukoso, Ph.D
Dr. Anton Muhibuddin dan Prof. Ir. Sukoso, Ph.D

Dr. Anton Muhibuddin dan Prof. Ir. Sukoso, Ph.D., dua orang dosen dari Universitas Brawijaya (UB) mendapatkan kehormatan menjadi pembicara utama dalam konferensi internasional Halal Science, Industry & Business. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Chulalongkorn bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan Thailand dan ASEAN. HASIB 2012 merupakan konferensi internasional yang membahas topik-topik teraktual diseluruh dunia berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan negara-negara Islam. HASIB 2012 kali ini diikuti oleh lebih dari 12 negara termasuk Amerika Serikat, Switzerland, Jermany, Pakistan, India, Srilanka, dan negara-negara ASEAN dan dibuka oleh Sekretaris Jendral ASEAN, Dr. Surin Pitsuwan dan berlangsung sejak Sabtu hingga Senin (13-15/10).

Pada konferensi kali ini, Dr. Anton yang mendapatkan jadwal pertama mempresentasikan makalah berjudul Perspective of Halal Science in Indonesia. Makalah tersebut menjelaskan kondisi masyarakat Indonesia dalam menyikapi produk halal baik berupa makanan,minuman,kosmetik maupun lainnya. "Dapat disimpulkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia khususnya umat Islam tentang pentingnya produk halal masih sangat rendah dan menjadi permasalahan utama yang harus segera dipecahkan", ujarnya

Keberadaan perguruan tinggi, khususnya yang berkomitmen dalam produk halal seperti halnya UB yang saat ini telah mendirikan pusat kajian "Halal and Thoyyin Science Center" dibawah koordinasi  LPPPM, menjadi aktor utama dalam pengembangan produk halal di masyarakat.

Sedangkan Prof. Sukoso, Ph.D., memaparkan mengenai perkembangan teknologi informasi yang mendukung produk halal di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kesadaran pentingnya teknologi informasi pada masyarakat Indonesia saat ini cukup tinggi, namun tidak dibarengi dengan kemampuan yang memadai.

Ia mengilustrasikan masyarakat saat ini sangat tergantung pada keberadaan hand phone, yang menjadi fenomena yang tidak dapat dielakkan. Namun, kemampuan dalam memanfaatkan hand phone secara optimal, terutama untuk aktifitas sehari-hari yang konstruktif masih belum dapat dilakukan. " Penggunaan handphone pada masyarakat Indonesia masih terbatas untuk aktifitas yang sederhana seperti menerima dan mengirim pesan serta melakukan panggilan telepon. Sementara itu, di negara-negara maju, hand phone sudah banyak digunakan untuk aktifitas yang lebih kompleks seperti pelacakan informasi produk halal dan barcode produk halal.

Selain mempromosikan UB dalam forum internasional, keikutsertaan Prof. Sukoso dan Dr. Anton juga dalam rangka tindaklanjut kerjasama internasional yang digagas antar negara ASEAN ++ (Germany, Switzerland, dsb) dalam hal penelitian produk halal dan thayyib, termasuk didalamnya tanaman organik, pupuk dan pestisida organik dan hayati, perikanan sehat, hingga kedokteran dan bioteknologi. Konferensi internasional ini selain dihadiri oleh SEKJEN ASEAN, Dr. Surin Pitsuwan, juga dihadiri oleh perwakilan duta besar dari negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. [vicky]

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID