Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen UB Raih GEMPITA Award 2018

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 20 November 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 358

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) Dr. Anton Muhibuddin mendapatkan GEMPITA Award 2018. Penghargaan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) ini diserahkan secara langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Banjar Baru, Jumat (19/10/2018), dalam rangkaian acara Penguatan Regenerasi Petani dan peringatan Hari Pangan Sedunia.

Anton mendapatkan penghargaan tersebut karena dinilai berkontribusi mewujudkan kemandirian petani muda. Ia mengubah paradigma kaum muda tentang sampah, mendorong kemandirian pupuk oleh kelompok muda, dan memanfaatkan potensi sampah organik. Berbagai hasil penemuannya banyak didedikasikan agar kaum muda sejahtera dengan melayani petani di lingkungannya.

"Sejak tahun 2012 saya mendidik dan melatih petani di beberapa wilayah di Indonesia seperti Aceh, Palembang, Bangka Belitung, Lampung, Pontianak, Makasar, Lombok, Denpasar, Alor, Jombang, dan Kediri.  Di berbagai daerah tersebut, saya memberikan pengayaan tentang sumber daya alam di Indonesia yang bisa dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Seperti pelatihan pembuatan kompos atau pupuk hayati, pembuatan agens hayati, pembuatan pestisida hayati, dan teknik budidaya tanaman yang benar," jelasnya.

Menurut Anton, mayoritas petani di daerah tersebut belum memanfaatkan sampah dengan benar. Akhirnya petani sangat terbebani dengan keberadaan sampah dan tidak ada pilihan lain dalam budidaya pertaniannya selain menggunakan pupuk kimiawi. Sehingga ketergantungan petani akan pupuk kimiawi sangat tinggi. Padahal dengan pengelolaan yang benar, sampah bisa menjadi kompos, bioethanol, briket, dan lain sebagainya.

"Dengan adanya pelatihan-pelatihan yang kami berikan, peningkatan wawasan dan skill pemanfaatan sampah, hingga pemanfaatan sumber daya alam berupa mikroba indigenus yang dimiliki alam, pola perilaku petani dapat berubah secara signifikan dan dapat meningkatkan kemandirian petani. GEMPITA menilai komitmen serta usaha konsisten yang ditunjukkan layak untuk mendapatkan penghargaan," tandas Wakil Presiden Asosiasi Ahli Mikroba Dunia ini.

GEMPITA Award 2018 ini diberikan kepada tokoh yang memiliki dedikasi dan kerja nyata dalam mendukung program regenerasi petani di Indonesia. Selain Anton, terdapat empat tokoh lain yang juga mendapat penghargaan ini karena dinilai telah berhasil mendorong agar pemuda kembali mencintai profesi bertani dan menjadi aktor utama korporasi petani. Mereka adalah Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor, Gubernur Sumatera Barat Dr. H. Irwan Prayitno, S.Psi, MSc, Bupati Gorontalo Prof. Nelson Pomalingu, dan Bupati Kabupaten Buru Ramly I Umasugi, SPi, MM. [Irene]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID