Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen UB Menjadi Keynote Speaker di 25th International Conference of FFC, Osaka

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh ireneparamita pada 31 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 577

Prof. Nashi Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D saat menjadi Keynote Speaker di 25th International Conference of FFC, Osaka
Prof. Nashi Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D saat menjadi Keynote Speaker di 25th International Conference of FFC, Osaka
Dua dosen Universitas Brawijaya (UB) menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan 25th International Conference of Functional Food Center, di Osaka, Japan. Mereka adalah Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, MS dan Prof. Nashi Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Functional Food Center (FFC), Dallas, TX, USA dan Ritsumeikan University Ibaraki Campus, Osaka, Japan. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, Sabtu-Senin (27-29/10/2018) dengan mengambil tema "Encounters of Functional Foods and Asian Traditional Medicines".

Dalam kesempatan ini Sasmito Djati menyampaikan presentasi yang berjudul "Rempah-rempah-an Indonesian Traditional Food Flavor toward Modern Functional Food and Herbal Medicine". Dari hasil penelitiannya, Sasmito Djati mendapatkan, formulasi Tapak Liman dan daun Katuk sebagai food supplement untuk ibu hamil ternyata mempengaruhi peningkatan sistem pertahanan Ibu hamil dan sangat berperan dalam menjaga perkembangan janin serta membantu keberhasilan ibu dalam proses laktasi.

"Padahal Tampak Liman merupakan tanaman yang sangat mudah tumbuh di hampir semua tempat di Indonesia, begitu pula Daun Katuk," ujar Wakil Rektor UB Bidang Perencanaan dan Kerjasama ini.

Sementara itu Prof. Nashi Widodo memaparkan karya tulisnya yang berjudul "The Introduction of Indonesian Traditional Medicine of Jamu: From Nature to Clinic". Menurutnya, jamu sebenarnya mempunyai peran dalam dunia kesehatan, tetapi sampai saat ini belum banyak dilakukan penelitian secara detil, sehingga bagaimana mekanisme zat aktif di dalam jamu belum banyak diketahui. Kedua dosen tersebut menjelaskan, peran jamu dan bumbu masak tradisional Indonesia mempunyai peran dalam menjaga kesehatan bangsa Indonesia.

Di samping itu Mahasiswi Bimbingan Sasmito Djati, yaitu Dinia Dwijayanti, juga tampil menjadi Best Presenter pada acara itu. Topik presentasinya mengenai "Pemanfaatan Pare sebagai Agen Antiinflamasi". Dijelasakan Dinia, agen inflamsi merupakan bahan aktif yang mempunyai peran dalam proses penyembuhan luka, baik luka yang disebabkan infeksi dari luar ataupun infeksi dari dalam akibat penyakit degeneratif atau penuaan yang lainnya.

Dinia Dwijayanti tampil menjadi Best Presenter
Dinia Dwijayanti tampil menjadi Best Presenter
FFC telah menyelenggarakan konferensi international sejak tahun 2004. FFC selalu berusaha melakukan pengembangan ilmiah pada bidang farmasi dan biomedik dalam berbagai tinjauan baik makanan dan obat obatan, dalam pengertian modern maupun tradisional. Konferensi ini selalu melibatkan para peneliti kenamaan termasuk beberapa nominator pemegang hadiah nobel dibidang yang berkaitan dengan farmasi dan biomedik, para peneliti dari lembaga-lembaga penelitian, perusahaan-perusahan farmasi dan perguruan tinggi. Kegiatan seminar diikuti oleh ahli dan para peneliti dari Jepang, USA, Nigeria, Korea, Thailand, Taiwan, Japan, Canada, China, Italy, Indonesia, Jerman, Belgia, Pilipina, dan Kazaktan.

Konferensi yang ke-25 ini juga digabung dengan Simposium Academic Society for Functional Foods and Bioactive Compounds (ASFFBC), yaitu organisasi peneliti dibidang Functional food dan bahan-bahan kandungan bioaktifnya. Salah satu keynote speakernya adalah Profesor Emiritus Hiroshi Maeda, PhD, yang merupakan salah satu Nominator peraih nobel untuk tahun 2016, dari Universitas Osaka. Pada Kesempatan ini, Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, MS, juga terpilih sebagai vice president ASFFBC. [*/Irene] 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID