Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen TIP Kembangkan Ekowisata Rajegwesi di Banyuwangi

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaftp pada 30 Juli 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 699

GUla semut karya dosen TIP untuk desa ekowisata Rajegwesi
GUla semut karya dosen TIP untuk desa ekowisata Rajegwesi
Dosen jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, STP. MP. mengembangkan ekowisata agroindustri di dusun Rajegwesi, desa Sarongan Banyuwangi dalam Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Ekowisata Agroindustri merupakan salah satu bentuk integrasi dalam pengembangan sistem ekowisata dan agroindustri yang mengoptimalkan pemanfaatan komoditas lokal menjadi produk-produk unggulan daerah yang berdaya saing. Ekowisata berbasis masyarakat dapat menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat serta mengurangi kemiskinan.

Desa Sarongan di Banyuwangi selatan yang menjadi target pengembangan ekowisata berbasis masyarakat ini secara geografis merupakan salah satu dari empat daerah penyangga kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Banyuwangi.

Balai TNMB sendiri telah menginisiasi kegiatan pemberdayaan masyarakat sejak 2010 dengan membentuk pam-swakarsa dan kader konservasi di kecamatan Pesanggaran salah satunya di dusun Rajegwesi.

Desa Sarongan merupakan daerah berpotensi strategis sebagai destinasi Ekowisata namun memerlukan perencanaan lebih komprehensif guna mensukseskan program Desa Wisata yang berkelanjutan sekaligus mampu melindungi keanekaragaman hayati taman nasional.

Sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Balai TNMB dan Desa Sarongan yang memiliki potensi prospektif dalam pengembangan Desa Ekowisata Agroindustri, terbentuklah kelompok pemberdayaan masyarakat produktif untuk mendukung kegiatan tersebut yaitu Karang Taruna Masyarakat Ekowisata Rajegwesi (KaTaMER), Kelompok Usaha Gendis Osing dan SPKP Sarongan.

Dalam melaksakan program PPDM untuk pengembangan ekowisata agroindustri Rajegwesi di desa Sarongan Banyuwangi ini Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, STP, MP dari FTP UB yang dibantu Luchman Hakim, S.Si.M.Agr.Sc,Ph.D (FMIPA UB), Nur Azizah, SP, MP (FP UB) serta Jaya Mahar Maligan,STP,MP (FTP UB) melakukan kegiatan pelatihan, pendampingan serta pembinaan desa Ekowisata Rajegwesi ini dengan sumber pendanaan DIKTI. Selain itu program yang  direncanakan selama tiga tahun kedepan ini juga bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Meru Betiri; Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan tersebut diantaranya Penguatan Sarana pada Jasa Ekowisata dan Proses Produksi Olahan Pangan Agroindustri berupa wisata outbound (Gowes Udara dan edukasi), Pengering Kabinet untuk produksi sale pisang serta Kristalisasi untuk produksi gula semut; Pembinaan dan Pendampingan dalam peningkatan kualitas Teknologi dan Manajemen Kelembagaan dalam Pengelolaan Usaha terdiri atas kegiatan studi banding dan Focus Group Discussion ke Ecowisata CMC (Malang), UKM Gula Semut (Blitar), UKM Sale dan Keripik Pisang (Kediri) serta Agrotechnopark (Malang) yang melibatkan tiga kelompok UKM, Pemerintah Desa Sarongan serta Pendamping Meru Betiri.

Selain itu dilakukan pelatihan dan pendampingan tentang teknologi pengolahan pangan dan manajemen usaha yang profesional; Pengembangan Produk oleh-oleh Khas Ekowisata Rajegwesi Agroindustri yang dilakukan dengan melakukan inovasi pada produk olahan pisang dan gula kelapa yang sudah eksis di desa Sarongan dengan target akan memperkuat  produk oleh-oleh khas Ekowisata Rajegwesi serta Peningkatan Akses Pemasaran Ekowisata Agroindustri yang Berkelanjutan melalui strategi pemasaran secara online (media sosial) dan off line (membuat Gerai/Outlet terpadu) di lingkungan Ekowisata Rajegwesi.

Dr. Siti Asmaul menjelaskan Program PPDM ini sangat strategis mendukung Wisata Rajegwesi dari TNMB sebagai destinasi yang berkelanjutan dan bertanggungjawab terkait dengan konservasi lingkungan untuk mendukung program Pengembangan Desa Wisata Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Selain itu program ini sangat mendukung adanya program "Banyuwangi Triangle Diamond" yang menghubungkan 3 destinasi wisata di Banyuwangi (Ijen, Plengkung dan Sukamade)," paparnya. [dse/Humas UB]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID