Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen FTP UB Raih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2014

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyaFTP pada 12 Desember 2014 | Komentar : 0 | Dilihat : 4373

Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si., meraih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2014 untuk kategori paten
Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si., meraih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2014 untuk kategori paten
Dosen Keteknikan Pertanian (TEP) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB),  Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si., meraih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2014 untuk kategori paten.

Dr. Anang meraih penghargaan prestisius dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi berkoordinasi dengan lima kementrian Republik Indonesia berkat Mesin Penggoreng Vakum Tipe Horisontal Yang Mempergunakan Pompa Vakum Sistem Jet Air karyanya.

Karya ini merupakan mesin penggoreng pada kondisi vakum (hampa udara). Udara dalam ruang goreng akan tersedot oleh pompa berkat adanya pergerakan air. Dengan demikian kondisi ruang goreng menjadi hampa hingga mampu menurunkan suhu penggorengan ke angka 50-60 derajat celcius.   Disinilah keunggulan vacuum fryer karya Dr. Anang dibanding penggorengan biasa, sebab mesin penggoreng hampa udara ini memungkinkan terjaganya kualitas produk pangan pada  pengolahan komoditas peka panas, seperti buah dan sayur.

Dengan suhu yang relatif lebih rendah dibanding penggorengan biasa, titik didih minyak akan turun hingga kandungan nutrisi maupun warna, rasa dan aroma pada produk yang rentan oleh panas akan tetap terjaga pada proses pematangan melalui penggorengan ini.

"Semua ini berawal dari tahun 1993. Ketika itu saya melihat produk sejenis buatan luar negeri yang harganya cukup tinggi hingga tak terjangkau bagi UKM. Dari situ saya melakukan riset bagaimana menciptakan karya berbasis teknologi tepat guna yang lebih terjangkau untuk membantu UKM sampai kemudian tercipta Vacuum Fryer ini.  Sebab saya ingin menjadikan petani dan UKM di Indonesia bukan hanya sebagai penonton, tetapi juga produsen penghasil teknologi dan produk produk pertanian," kata Dr. Anang yang mulai mengabdi di UB sejak 1990 ini tentang latar belakang karya kreasinya.

Inovasi Mesin Penggoreng Vakum Tipe Horisontal Yang Mempergunakan Pompa Vakum Sistem Jet Air karya alumnus Institut Pertanian Bogor dan doctoral Universitas Brawijaya  ini meraih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa karena dinilai mampu menggerakkan industri dan perekonomian, menyelesaikan masalah dalam masyarakat yang terkait dengan lingkungan, dan atau memperkuat bidang ilmu pengetahuan yang akan meningkatkan citra dan daya saing bangsa berkat keunggulannya yang dimilikinya meski tetap diproduksi dengan biaya terjangkau. 

Di samping itu, Vacuum Fryer karya Dr. Anang ini diharapkan mampu memotivasi para penghasil kekayaan intelektual agar terus konsisten dengan keahliannya untuk menciptakan atau menghasilkan inovasi hingga dapat berkontribusi pada tumbuhnya industri baru serta meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Sebelumnya kreasi Mesin Penggoreng Hampa Udara ini telah mendapatkan paten dengan nomor paten P.20010073. Selain itu Dr Anang juga pernah terpilih dalam 102 Inovasi Indonesia pada 2010 dan peraih Anugerah Ristek tentang Teknologi Inovatif 2011.

Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa merupakan penghargaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sejak tahun 2009 untuk para penghasil kekayaan intelektual luar biasa yang pelaksanaannya didukung dan dikoordinasikan oleh lima kementerian lain, seperti Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian. 

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengapresiasi invensi dan kreasi yang dihasilkan oleh dosen, peneliti, dan masyarakat yang secara terus-menerus berkarya sehingga menghasilkan karya-karya yang luar biasa dan juga telah memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional serta mempunyai dampak ekonomi yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Terdapat empat kategori penghargaan, yaitu Ketogori Paten, Kategori Perlindungan Varietas Tanaman, Kategori Hak Cipta Bidang Ilmu Pengetahuan serta Kategori Desain Industri, Hak Cipta Karya Seni Rupa, Hak Cipta Karya Seni Pertunjukan dan Permainan Interaktif. Pemberian penghargaan ini akan dilaksanakan di Jakarta, 13 Desember 2014 mendatang. [dse/Oky]

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID