Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen FT UB Perkenalkan Arsitektur Nusantara di Harvard

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF Versi Word
Dikirim oleh humas3 pada 03 Juni 2013 | Komentar : 0 | Dilihat : 6302

Yusfan Adeputera Yusran
Yusfan Adeputera Yusran

Indonesia memiliki keanekaragaman rumah adat yang pada dasarnya saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Khasanah arsitektur nusantara  yang beranekaragam ini perlu diperkenalkan  agar bisa sejajar dengan arsitektur klasik barat yang telah lebih dahulu mendunia. Hal inilah yang dilakukan  Yusfan Adeputera Yusran, Dosen Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) dengan mempresentasikan papernya yang berjudul The Role of The Core Pole on Nusantara Architecture di Harvard University, USA. Kegiatan yang berlangsung  selama lima hari Minggu-Kamis (26-30/5) merupakan salah satu rangkaian seminar yang dilakukan oleh International Journal of Arts and Sciences (IJAS). Pada paparannya Yusfan menekankan pada pentingnya tiang utama yang terdapat pada hampir sebagian besar rumah adat di Indonesia. Melalui kajian tipologi dengan studi kasus beberapa rumah adat di pulau Sulawesi. Yusfan mengkaji elemen tiang inti di tengah rumah dan pengaruhnya terhadap sistem konstruksi sekaligus pelestarian alam melalui budaya membangunnya.

“Hingga saat ini, belum ada kajian mendalam tentang bagaimana sistem konstruksi ini terbentuk dan prinsipnya sama antara satu sama lain serta bagaimana cara mengaplikasikannya pada rancangan arsitektur kontemporer,” kata Yusfan.

Menurutnya usaha ini sekaligus membuktikan bahwa arsitektur nusantara dapat menjadi patron desain, tidak seperti yang selama ini terjadi yaitu hanya menempatkannya sebagai atap selayaknya topi di kepala dan badannya mengadopsi gaya dari arsitektur klasik barat.

“Contohnya banyak ditemukan pada bangunan-bangunan di negara kita terutama yang berkaitan dengan bidang hukum,”pungkasnya.

Pelaksanaan kegiatan ini sendiri telah memasuki tahun ke empat di Harvard University dengan diramaikan oleh kurang lebih 650 makalah yang dipresentasikan oleh akademisi maupun praktisi dari berbagai belahan negara.[ Enik/Rian]

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID