Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen FISIP Sosialisasi Kerukunan Antar Pelajar Se-Kota Kediri

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafisip pada 03 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 404

5144_20180403160141
5144_20180403160141
Selasa (27/03/2018), Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kediri menyelenggarakan kegiatan "Forum Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa". Diadakan di ruang Sri Aji Joyoboyo Balai Kota Kediri, kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta, dan menghadirkan dua narasumber kredibel yang membidangi wawasan kebangsaan. Dua narasumber tersebut adalah Rachmat Kriyantono, Ph.D selaku dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB), dan Kasatbimas Polres Kota Kediri.

Permasalahan terkait kurangnya kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa menjadi fokus diskusi tersebut. Dalam forum tersebut, Rachmat Kriyantono selaku Ketua Program Studi S2 Ilmu Komunikasi  Pascasarjana FISIP UB ini memaparkan bahwa permasalahan sosial yang sering muncul di kalangan pelajar adalah tawuran. Tawuran ini dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, meliputi faktor keluarga, sekolah, pemerintah dan teman bermain. Dia juga melihat bahwa perlu adanya sinergitas dalam menanggulangi fenomena tawuran antar pelajar tersebut.

Selain itu fenomena tawuran antar pelajar saat ini juga tidak terlepas dari faktor media sosial. Padahal keberadaan media sosial dalam hal ini dapat digunakan untuk kegiatan-kegiatan positif seperti membuat vlog dan shared economy.

Kerukunan tentu menjadi hal utama yang harus ditekankan pada kondisi masyarakat kita yang multikultural. Tawuran yang sifatnya memecah belah integrasi pemuda bangsa sudah seharusnya menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat. Berdasarkan tema diskusi tentang "Pentingnnya Wawasan Multikultural untuk Memperkuat Kerukunan Antar-Pelajar dalam Kehidupan Bermasyarakat  di NKRI", Rachmat Kriyantono menawarkan sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan menekankan pemahaman tentang pentingnya multikultural pancasila di kalangan pelajar.

"Multikultural Pancasila menganggap setiap warga negara dan warga masyarakat mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Selain itu juga mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. Saling menghormati & mencintai sebagai sesama makhluk Tuhan. Jangan melihat perbedaan, tapi lihatlah persamaan. Terakhir adalah menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa," jelasnya panjang lebar.

Rachmat Kriyantono, yang juga selaku Ketua Program Studi Magister FISIP UB juga berharap acara ini memberikan manfaat khususnya bagi pelajar di Kota Kediri terkait pentingnya pemahaman hidup rukun antar masyarakat. [Dwi/Lita/Humas FISIP/Humas UB]

 

 

 

 

 

 

Artikel terkait

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID