Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen FIB diharapkan Ikut Mengawal RUU Kerukunan Umat Beragama

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafib pada 26 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 610

FIB UB Adakan Penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
FIB UB Adakan Penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)

Senin, 28 Mei 2018, bertempat di Ruang Apple UB Guest House, berlangsung Focus Group Discussion (FGD) yang digagas oleh Tim Dosen Peneliti FIB-UB yaitu Dr. Hipolitus K. Kewuel, Ismatul Khasanah, Ph.D, dan Yusri Fajar, M.A. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses penelitian mereka. Khalayak peserta adalah perwakilan FKUB Kabupaten / Kota se-Malang Raya. Hadir sebagai narasumber adalah Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna, Asisten I Kota Malang, Abdul Malik, M.Pd yang mewakili Walikota Malang, dan Asisten I Kota Batu, Drs. Abu Shofyan, M.M yang mewakili Walikota Batu.

Dalam sambutannya, Dekan FIB-UB, Prof. Dr. Agus Suman, SE, DEA mengatakan kegiatan ini sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus sebagai upaya cerdas para dosen untuk mendekatkan ilmu yang mereka pelajari tentang persoalan - persoalan nyata masyarakat.

"Kegiatan ini baik sekali sebagai bentuk aplikasi keilmuan agar apa yang digeluti di kampus tidak hanya menjadi menara gading, tetapi juga memiliki dampak konkret bagi masyarakat," katanya.https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif
https://prasetya.ub.ac.id/cmsub/javascript/tiny_mce/plugins/pagebreak/img/trans.gif

Sementara itu, ketua penyelenggara FGD, Dr. Hipolitus K. Kewuel menegaskan bahwa acara ini merupakan titik temu yang sangat menarik antara dunia kampus dan masyarakat yang sama-sama menggeluti isu pokok yang sama. Ilmu Humaniora yang digeluti di Fakultas Ilmu Budaya mendalami isu pluralisme dan multikulturalisme dari sisi teori sedangkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersentuhan dengan isu dalam realitas yang sama di lapangan.

"FGD ini menarik sekali karena teori dan praktek dalam mengolah realitas pluralisme dan multikulturalisme dibicarakan secara seimbang," tegasnya.

Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna, sebagaimana narasumber yang lain, mengungkapkan bahwa FGD ini selain merupakan kesempatan bertemunya dunia kampus dengan masyarakat, juga sebagai pertemuan pertama bagi para anggota FKUB se-Malang Raya.

"Atas inisiatif FIB-UB ini, kami berikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan semoga pertemuan ini menjadi awal yang baik untuk kemudian digagas pertemuan - pertemuan lanjutan yang lebih berkembang lagi tentang program -program FKUB," katanya.

Sebagai simpulan FGD ini ada dua rekomendasi utama yang dihasilkan sebagai upaya penguatan FKUB di masa yang akan datang. Pertama, berkenaan dengan pola kerja FKUB yang selama ini terbatas pada wilayah kerja masing-masing, disepakati kerjasama lintas territorial mengingat ketiga daerah kabupaten/ kota di Malang Raya memiliki keterkaitan persoalan lintas wilayah yang tidak bisa terhindarkan. Kedua, berkenaan dengan hasil penelitian tentang lemahnya legal standing FKUB yang hanya sebagai Forum Kerukunan Umat Beragama, dinilai perlu untuk diupayakan peningkatan status hukum menjadi UU Kerukunan Umat Beragama.

 

"Pada poin ini, forum FGD mengharapkan para Dosen FIB-UB ikut aktif mengawal peningkatan status FKUB dari Forum menjadi UU. Gayung bersambut, hal ini sudah juga menjadi pembicaraan di tingkat Pusat. Kalau mau serius, FIB-UB tinggal menindaklanjuti hal ini dengan membangun komunikasi yang efektif dengan pihak FKUB daerah dan FKUB Pusat dalam hal ini Kementerian Agama RI dan Komisi terkait di DPR RI. Ini peluang sekaligus tantangan bagi FIB-UB kalau ingin memberi sumbangan lebih pada bangsa dan negara," tegas ketua peneliti ini. (DT/MSH/PSIK FIB/Humas UB) 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID