Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen FIB UB Mengikuti Training di Jepang

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafib pada 09 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 462

Ni Made Savitri Paramita, M.A., dosen Sastra Jepang FIB UB di depan Japan Foundation Japanese Language Institute, Jepang
Ni Made Savitri Paramita, M.A., dosen Sastra Jepang FIB UB di depan Japan Foundation Japanese Language Institute, Jepang

Ni Made Savitri Paramita, M.A., dosen Sastra Jepang FIB UB beruntung mendapatkan kesempatan Long-Term Training Program for Teachers of the Japanese Language yang diselenggarakan oleh Japan Foundation, Jepang. Japan Foundation setiap tahunnya rutin memberikan berbagai fasilitas pelatihan, salah satunya adalah pelatihan bagi pengajar Bahasa Jepang. Program pelatihan bagi pengajar Bahasa Jepang terbagi dalam short-term (3 bulan) dan long-term (6 bulan).

Dalam mendaftar training ini, Ni Made Savitri Paramita, M.A. mengisi berkas aplikasi yang diunduh di situs resmi Japan Foundation. Biasanya pembukaan pendaftaran dimulai awal Desember sampai pertengahan Desember. Program pelatihan yang dapat diikuti tergantung dari lama pengalaman mengajar. Pelatihan short-term ditujukan kepada pengajar yang sudah memiliki pengalaman mengajar di atas 10 tahun, sedangkan untuk long-term ditujukan pada pengajar yang memiliki pengalaman mengajar di bawah 10 tahun dan berusia maksimal 35 tahun. Selain mengisi berkas aplikasi, pelamar juga diminta membuat karangan pendek mengenai pengalaman mengajar, kesulitan yang dihadapi saat mengajar dan apa yang dipelajari apabila mengikuti pelatihan ini. Selain itu juga diperlukan rekomendasi dari atasan.

Pelatihan yang diikuti oleh Ni Made Savitri Paramita, M.A. adalah pelatihan bagi pengajar Bahasa Jepang dalam kategori long-term course yang dilaksanakan selama 6 bulan, dari awal September 2018 sampai awal Maret 2019. Pelatihan yang diikutinya ini dilaksanakan di Japan Foundation, Urawa, Jepang.

Materi pelatihan yang diberikan berkisar pada peningkatan kemampuan Bahasa Jepang, kemampuan mengajar Bahasa Jepang (terutama dengan materi ajar/ buku pegangan materi kebahasaan) yang terbaru dari Japan Foundation, selain itu ada juga kegiatan-kegiatan yang memperkenalkan kebudayaan Jepang. Tidak hanya itu, diadakan juga kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat di sekitar tempat pelatihan, sehingga peserta pelatihan dapat merasakan secara langsung lingkungan sosial masyarakat Jepang. Hal ini juga akan didapat saat pelaksanakan homestay yang akan dilaksanakan bulan November nanti.

Dalam mengikuti pelatihan ini, Ni Made Savitri Paramita, M.A.tidak begitu merasakan Cultural shock karena dia sudah pernah mempelajari budaya Jepang dan pola pikir masyarakatnya.  Namun tentu saja, keadaan masyarakat yang sesungguhnya berbeda dengan apa yang ada di buku atau di internet. Ni Made Savitri Paramita, M.A. sangat besemangat karena ia  dapat mengalami secara langsung hal-hal yang selama ini hanya dilihat dalam text book. Hanya saja, ia membutuhkan konsentrasi yang lebih dikarenakan pembelajaran keseluruhan dilakukan menggunakan Bahasa Jepang.

Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, kemampuan kebahasaan Ni Made Savitri Paramita, M.A. dapat menjadi lebih baik. Selain itu, proses KBM dapat dilaksanakan dengan lebih baik menggunakan metode ajar yang lebih variatif. Tentunya tidak hanya dalam bidang kebahasaan dan pengajaran saja, namun pemahaman mengenai budaya Jepang dan masyarakatnya. Harapannya, training ini dapat bermanfaat juga bagi Prodi Sastra Jepang dan bagi mahasiswa-mahasiswa Prodi Sastra Jepang. (MSH/PSIK FIB/Humas UB)

 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID