Prasetya Online

>

Berita UB

Dosen FIB-UB Dilantik sebagai Tim Perumus Pemajuan Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Malang

Versi Cetak Versi PDF Versi RTF
Dikirim oleh prasetyafib pada 25 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 471

3905_20180625144804
3905_20180625144804

Sebagai tindak lanjut UU No. 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, pada tanggal 2 Juni 2018, salah satu dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB), Dr. Hipolitus K. Kewuel dilantik sebagai anggota Tim Perumus Pemajuan Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Malang sebagai wakil dari unsur akademisi. Tujuan dibentuknya tim ini adalah untuk memberi masukan kepada pemerintah pusat (Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI) untuk menyusun strategi kebudayaan nasional sebagai landasan pembangunan di Indonesia.

"Dengan demikian, terbitnya UU No. 5 Tahun 2017 menjadi semacam titik balik peradaban dalam proses pembangunan di Indonesia yang selama ini kurang memperhatikan unsur - unsur kebudayaan, kini mulai menempatkan hal - hal yang paling asasi dalam hidup manusia sebagai landasan pembangunan di Indonesia," tuturnya.

Keterlibatan Dosen Antropologi, FIB-UB ini berawal sejak bulan Februari 2018 saat dirinya diundang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mengikuti sosialisasi UU No. 5 Tahun 2017 di Surabaya. Pada forum sosialisasi ini, Hipolitus bertemu dengan Tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, para budayawan dan seniman asal Kota Malang dan langsung diminta bergabung dengan Tim tersebut.

Latar belakang munculnya UU No. 5 Tahun 2017 yang diikuti pembentukan Tim PPKD di setiap Kabupaten / Kota di seluruh Indonesia ini dilandasi oleh keprihatinan bahwa selama ini pembangunan di negeri ini tidak menjadikan kebudayaan sebagai landasan pembangunan. Padahal kenyataannya, kebudayaan mendasari identitas masyarakat yang perlu diakomodir dalam proses pembangunan nasional.

"Itulah konteks makro kerja Tim PPKD Kota Malang dan saya merasa cocok terlibat di dalamnya karena sangat sesuai dengan konsentrasi ilmu di FIB-UB. Inilah salah satu kesempatan bagi civitas akademik FIB-UB untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan persoalan riil masyarakat, bangsa, dan negara," tegasnya.

Adapun agenda besar tim ini adalah Konggres Kebudayaan yang akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan November 2018.

Tim Perumus Pemajuan Kebudayaan Daerah (PPKD) Kota Malang bertugas mengidentifikasi unsur - unsur budaya khas Kota Malang untuk kemudian diverifikasi di tingkat propinsi dan ditetapkan di dalam kongres sebagai unsur kebudayaan yang siap dikembangkan dan dijadikan landasan pembangunan.

Ada sepuluh obyek pemajuan kebudayaan yang perlu diidentifikasi, ditambah cagar budaya yang sudah diatur tersendiri dalam UU No. 11 Tahun 2010. Kesepuluh objek pemajuan kebudayaan itu meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat isitiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

"Objek - objek pemajuan kebudayaan ini 'Sangat FIB' sebab sesungguhnya selama ini telah menjadi materi kajian, baik bagi para dosen dalam kegiatan penelitian dan pengabdian, maupun mahasiswa dalam tugas akhir mereka. Kalau kegiatan-kegiatan ini bisa diintegrasikan untuk suatu konteks yang lebih besar seperti pemajuan kebudayaan, maka proses produksi keilmuan di FIB-UB akan menjadi lebih kontekstual dan berimplikasi lebih konkret dalam kehidupan masyarakat," harapnya.

Hal ini gayung bersambut dengan keterlibatan Ary Budiyanto, M.A dari Program Studi Antropologi sebagai Staf Ahli di tingkat Direktorat Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Komposisi keterlibatan FIB-UB di tingkat daerah dan pusat ini sejatinya bisa memberi nilai lebih dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara apabila hal ini dirancang secara terstruktur dan professional dalam tata kerja fakultas," tutupnya semangat. (DT/MSH/PSIK FIB/Humas UB) 

 

Komentar

Kirim komentar Anda

Gunakan ID